Selasa, 05 Juli 2016

Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar (Bab 3)

Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar


Disusun oleh :
Nama                   : Rhaeditias Inggartika
Kelas                    : 1PA13
NPM                    : 15515863
Mata Kuliah         : Ilmu Alamiah Dasar
Dosen                   : Tri Surawan
                                     


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS /JURUSAN PSIKOLOGI
2016






BAB 3
RUANG LINGKUP IPA


1.5  Perkembangan IPA
1.    Alam Semesta dan Isinya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “alam” memiliki arti segala yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan,  kata “semesta” berarti seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada di alam – tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing; (berlaku untuk) seluruh dunia, universal.

Alam semesta terdiri dari semua materi termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang telah di ketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa. Bumi, bulan, planet-planet dan matahari yang termasuk dalam tata surya hanyalah titik kecil diantara 200 milyar bintang penyususn galaksi bima sakti. Perhitungan sampai angka 200 milyar bintang ini merupakan perkiraan untuk sebuah galaksi, yakni galaksi bima sakti yang mempunyai garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya, yang jumlahnya ribuan juta dan terdapat di alam semesta.

Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedangkan, makrokosmos adalah benda-benda yang ukurannya sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi. Namun para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya. Alam semesta atau universum dalam terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat dan energi yang ada didalamnya.

2.    Teori terjadinya Alam Semesta
- Teori Letusan Hebat
Pada tahun 1917, secara matematik ditentukan bahwa terdapat massa bahan yang hampir seragam  yang keseimbangannya tak tentu antara kekuatan tarik gravitasi dan kekuatan dorongan dari kosmik lain yang tidak dikenal. Tahun 1922, seorang ahli fisika Rusia muncul dengan pemecahan soal tersebut, ia mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak berperan, bahkan jagad raya terus meluas dan seluruh partikel saling menjauhi dengan kecepatan tinggi. Teori letusan hebat ini juga biasa disebut dengan teori "Big Bang". Pada teori big bang mengatakan bahwa sebelumnya alam semesta bukan merupakan materi, tetapi suatu ketika ia berubah menjadi materi yang sangat kecil dan padat, massanya sangat berat dan tekanannya besar, karena adanya reaksi inti, maka terjadilah letusan yang hebat.
      
Namun sayang, teori ini berlawanan dengan pengetahuan astronomi zaman sekarang, pada teori ini mengatakan bahwa jagad raya akan terus meluas dan saling menjauhi dengan kecepatan tinggi, namun pada sistem tata surya kita, yakni "Bimasakti", bukannya saling menjauh, tetapi malah berjalan sesuai dengan orbitnya masing-masing.

- Teori Keadaan Tetap
Teori ini dikemukakan oleh ahli astronomi Inggris, bernama Fred Hoyle serta beberapa ahli astro-fisika inggris. Teori ini mengungkapkan bahwa jagad raya tidak hanya sama dalam ruang angkasa-asas kosmologi, tetapi juga tak berubah dalam waktu asas kosmologi yang sempurna.
         
Teori ini sangat berlawananan dengan teori pertama. Teori pertama menyatakan bahwa alam semesta akan bergerak menjauh, dan otomatis akan ada suatu ruang kosong di dalamnya, sedangkan teori kedua ini, kita harus menerima bahwa zat baru akan selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi. jadi, galaksi yang baru akan tercipta menggantikan galaksi yang menjauh.

- Teori Conformal Cyclic
Ini merupakan teori terbaru yang dikemukakan oleh Roger Penrose yang merupakan kosmolog utama dari Oxford University. Penrose menyebutkan bahwa saat mengamati radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik, ia menemukan gema dari kejadian-kejadian sebelum big bang. Ia mengungkapkan bahwa ada lubang hitam yang hadir sebelum big bang dan telah meninggalkan pengaruh yang bisa diamati di alam raya kita.
"Pemikiran bahwa jagat raya dimulai dari sebuah dentuman dahsyat yang disebut Big Bang, dan kemudian meluas setelahnya merupakan pemikiran yang salah", tutur penrose dikutip dari BBC, Desember 2010. Berdasarkan teorinya ini, ia meengklaim telah memiliki sejumlah data yang dapat memperkuat teorinya tersebut.

"Analisis dari Walkinson Microwave Background Probe (WMBP) yang menganalisa latar belakang gelombang mikro kosmik pada peta selama 7 tahun telah mengungkapkan lingkaran konsentrik", ucap Penrose. Ia mengatakan bahwa lingkaran itu terbentuk akibat adanya sejumlah gelombang yang mempresentasikan kejadian-kejadian yang mendahului Big Bang.

3.    Sistem Tata Surya
 Tata surya merupakan bagian dari jagat raya, yang di dalamnya berisikan matahari serta planet-planet lain. Terdapat banyak paham dari kaum filsuf mengenai sistem tata surya kita. Ada 2 teori yang terkenal yaitu teori Heliosentris dan Geosentris. Pada teori Heliosentris menyatakan bahwa matahari sebagai pusat, sedangkan bumi serta planet mengelilingi matahari. Pada teori Geosentris menyatakan sebaliknya, bahwa Bumi sebagai pusat, sedangkan matahari bersama planet mengelilingi bumi. Pada masa sekarang, teori Heliosentrislah yang dipakai.


a) Planet

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcnGOqo7yxJQJCbgzjK1SnbTw4V5b55GPk-3kgsdVcIM1y0o7iinB4rImHhOrXPtGSWneNYX2AY2v_Wj229AuS7TyaCo-I1EwKJ_3t1K7Vdb7lCjRzO7lymfUse3b5sof97j5sZWhdGQs/s200/Newplanet.jpg       

      Planet merupakan anggota tata surya kita berukuran besar. Planet dapat  berevolusi serta berotasi. Revolusi adalah perputaran planet mengelilingi matahari (berapa lamanya tergantung pada planet masing-masing ). Sedangkan rotasi adalah perputaran planet pada porosnya/garis edarnya. Terdapat 8 Planet di dalam galaksi kita, diantaranya Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.


Berdasarkan kedudukan garis edarnya, Plenet terbagi menjadi dua kelompok : Planet dalam dan Planet luar. Planet  dalam adalah planet yang garis edarnya antara bumi dan matahari (yaitu Merkurius dan Venus). Sedangkan Planet luar adalah planet-planet yang garis edarnya dari matahari, lebih jauh garis edarnya dari bumi, atau bisa dikatakan bahwa planet luar adalah planet-planet yang garis edarnya sesudah bumi (yaitu Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus).


   1) Merkurius
  Merkurius
    Merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Kala revolusinya adalah selama 88 hari. Merkurius memiliki banyak kawah sama seperti bulan, ia juga tidak memiliki satelitt alami beserta atmosfir. Suhu di planet ini berkisar antara 90-700 K. Planet ini berdiameter 4879 km di khatulistiwa, mengandung 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan 5,43 gr/cm3.



   2) Venus
   Venus
         Venus atau yang biasa kita sebut juga sebagai "Bintang Kejora" merupakan planet kedua terdekat dari matahari setelah merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km, dan berevolusi selama 225 hari. Venus memiliki atmosfer yang diantaranya mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% Nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin adanya kehiduan di planet ini. Arah rotasinya berlawanan arah dengan planet-planet lain, dan rotasinya memiliki waktu yang lebih panjang dibandingkan revolusinya.



   3) Bumi
  Earth Eastern Hemisphere.jpg

        Inilah planet dimana manusia tinggal, diperkirakan usia bumi mencapai 4,6 miliar tahun, jarak antara bumi dengan matahari adalah 149,6 juta kilometer. Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 km. Bumi juga memiliki satu satelit alami, yaitu "bulan". 70,8% bumi diliputi dengan air, udara di bumi terdiri dari 78% Nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida, dll. Rotasi bumi selama 24 jam dan revolusinya adalah 365 hari.


 4) Mars
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh74so1S4S_UMGza3ZR3y8C_cH7ql6BcjKOrDUiWT-_xyAhGbMwNEMnhXkU0bmKOGWl96QSETSbI1Bi3Fd3U5RBxl6sUwxFXj_kthqrh57ZqoAJyuPyBlhjiMscE2cZhcers546_3GCVpQ/s200/mars.jpg
           Mars merupakan planet keempat terdekat dari matahari. planet ini sering disebut juga sebagai planet "merah" karena struktur dari planet itu sendiri yang terlihat kemerah-merahan. Planet ini memiliki dua buah satelit, yaitu Phobo dan Deimos. Planet ini memiliki revolusi selama 687 hari dan rotasinya 24,62 jam. Planet ini memiliki atmosfer yang tipis dan kebanyakan mengandung karbon dioksida. Warna merah dari planet ini dinyatakan berasal dari warna karat tanahnya yang kaya akan besi.



   5) Yupiter
  Klik untuk melihat kapsi penuh. 
        Jupiter merupakan planet kelima terdekat dari matahari. Jarak rata-rata antara matahari dengan Yupiter sekitar 778,3 juta km. Planet ini merupakan planet terbesar dengan diameter 149,980 km dan memiliki massa 318 kali masa bumi. Periode Revolusinya selama 11,86 tahun dan rotasinya 9,8 jam. Yupiter mengandung Hidrogem (H), Helium (He), Metana (CH4), dan Amonia (NH3). Lapisan atmosfer planet ini 88-92% hidrogen dan 8-12% helium. Suhu permukaannya berkisar antara -140 - 21 derajat celcius.



   6) Saturnus

   Planet Saturn

      Saturnus dikenal dengan nama "planet bercincin" dan ia juga merupakan planet  terbesar setelah Yupiter. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun dan rotasinya selama 10 jam 14 menit. Saturnus diperkirakan terdiri dari susunan gas amonia dan metana, hal inilah yang memastikan bahwa tidak ada kehidupan di dalamnya. Saturnus memiliki 56 buah satelit alami. tujuh diantaranya cukup masih untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gravitasinya, satelit itu adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, dan Lapetus. 


 7) Uranus
 Uranus as seen by Voyager 2 

       Uranus merupakan planet ketujuh dari matahari dan terberat keempat (jupiter, saturnus, neptunus,  dan uranus) dalam tata surya. Uranus memiliki komposisi yang sama seperti Neptunus, yaitu "raksasa gas". Di dalamnya terkandung hidrogen dan helium, serta mengandung banyak es, seperti air, amonia dan metana bersama dengan jejak hidrokarbon. Atmosfernya merupakan atmosfer terdingin dalam tata surya (49 K/-224 derajat celcius).

   

8) Neptunus

Neptunus dari Voyager 2 
         Planet ini merupakan pplanet terjauh dari matahari. Periode revolusi Neptunus adalah 164,8 tahun dan rotasinya 16,1 jam. Komposisi planet ini memiliki kesamaan dengan uranus, Atmosfernya mengandung hidrogen, helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen dan kandungan es sperti air, amonia dan metana. Cara menyelidiki perbedaan antara Raksasa es Uranus dan neptunus adalah, Planet ini terdiri dari es dan batu, metana di wilayah luar planet menampilkan warna kebiruan dari Nepttunus. Sementara Atmosfer Uranus relatif tidak berciri, bersifat aktif dan menunjukkan pola cuaca.


b) Komet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifOXmgEBa14GuVnAOnnp1bNPY6HGBVxRcw0WVbTpU7f6tpS3zGIOpnYA2jtg4sXM-dSBBahh4mY6qNwPIpVBnfq48T05UxlaPtgDSvVpOZdKVrMclkWgS4xyVFpEtvLdqQLeuoGsBbP43c/s200/06_b.jpg 
      Anggota sistem tata surya kita setelah Planet adalah Komet. Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, komet ini terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, dan air. dan debu yang membeku. Tidak hanya planet, komet pun memiliki orbitnya yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang dibandingkan dengan planet.


Komet mempunyai orbit berbentuk elips. Perhatikan ia mempunyai dua ekor 

      Inilah gambar orbit /lintasan dari komet dalam mengelilingi matahari. Ketika komet menghampiri tata surya kita, ia mendapatkan sebuah radiasi matahari yang menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membuat suatu atmosfer yang besar akan tetapi sangat tipis, inilah yang dinamakan "coma". Akibat dari takanan radiasi matahari dan angin matahari ini pada coma, maka terbentuklah sebuah ekor yang panjang. Semakin jarak komet dekat dengan matahari, semakin panjang ekornya, dan begitu pula sebaliknya. Terdapat berbagai macam jenis komet, diantaranya :
     

1) Komet Halley

Komet ini dinamakan sesuai dengan nama penemunya,yaitu Edmond Halley. Komet inilah yang paling terkenal dibandingkan dengan jenis-jenis komet yang lain. Karena, komet inilah satu-satunya yang berperiode pendek dan dapat dilihat oleh setiap manusia dengan mata telanjang. Komet ini dapat terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun sekali

2) Komet Encke

Tidak seperti biasanya, komet ini dinamai oleh nama seorang penelitinya, Johan Franz                     Encke, Sedangkan penemu yang aslinya bernama Pierre Mechain. Komet ini memiliki periode         3,3 tahun, dan dapat diketahuilah bahwa komet periodik kedua yang ditemukan setelah komet             Helley. 
3) Komet Hyakutake
Hyakutake merupakan sebuah komet periode panjang. Ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi asal Jepang, Yuji Hyakutake. Hasil penelitian mengatakan bahwa komet ini menunjukkan adanya emisi sinar X, dan sampai saat ini, komet Hyakutake masih menduduki posisi pertama komet dengan ekor terpanjang.

    
C) Meteorid

    Meteorid adalah batuan-bartuan kecil yang melayang di luar angkasa dan orbitnya pun tidak beraturan. batuan ini banyak mengandung unsur besi dan nikel. Lalu, apakah bedanya antara Meteorid, Meteor, dan Meteorit?. Meteor adalah sebuah meteorid yang jatuh ke bumi tetapi masih bergesekan dengan atmosfer bumi (belum mencapai permukaan bumi), sedangkan Meteorit adalah sebuah meteorid yang sudah jatuh ke permukaan bumi (tidak habis terbakar oleh atmosfer). 


http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRUwMoQkLDQP6n5oq_bipt8cM1vyZwsdtMWDmRUi-qvewo_6F2U2w&t=1
Meteorid



http://rovicky.files.wordpress.com/2011/11/eta-aqua-meteor-shower-may.jpg
Meteor

D) Asteorid
              http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSNbLMYx2Q9TgpSksx3xxEl_Zu0ufDZFVthyTf9-J773OaLNT-fVU_5wMeQ

Asteroid adalah benda-benda kecil yang mengelilingi matahari, biasanya terletak antara planet Mars dan Jupiter. Benda ini ditemukan oleh seorang astronom dari sisilia bernama Geuseppe Piazzi pada tanggal 1 januari 1801. Asteroid yang berdiameter 1 km diperkirakan berjumlah antara 1.1-1.9 juta. Dan asteroid terluas di sistem tata surya kita bernamaCeres yang memiliki diameter antara 90-1000 km. Lalu, apakah kalian tahu bedanya antaraMeteorid dengan Asteorid. Meteorid ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan asteroid, dalam banyak kasus disebutkan bahwa Meteorid merupakan pecahan dari asteroid yang bertubrukan.

E) Matahari
          
Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.

F) Bintang

Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan         cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari.

Perbedaan dari anggota sistem tata surya yang disebutkan diatas ialah :
·   Matahari adalah salah satu dari bintang hanya saja paling berbeda dari bintang yang lainnya dalam hal suhu, warna, ukuran, massa, dan komposisi gasnya. Selain itu, hanya matahari sebagai pusat dari tata surya kita.
·    Asteroid dapat dibedakan dengan komet melalui penampakannya, kalau komet memiliki ekor tetapi asteroid tidak memiliki ekor.
·      Meteor tidak memiliki orbit seperti komet, asteroid dan planet. 
·    Kedatangan komet ke bumi dapat diprediksi, tetapi kedatangan dari meteor tidak dapat diprediksi.
·    Bintang dapat memancarkan cahaya sendiri sedangkan planet memantulkan cahaya dari bintang seperti bulan.

4.    Planet Bumi Merupakan Bagian Sistem Tata Surya

Bumi sebenarnya bukan planet yang terbesar, namun bagi kita adalah terpenting dari seluruh planet, karena inilah tempat tinggal kita. Karena jaraknya dari matahari, adanya atmosfer yang bersifat melindungi, dan suatu campuran bahan kimia organik yang tepat mengakibatkan Bumi adalah satu-satunya planet dalam tata surya yang dapat mendukung kehidupan. Bumi adalah planet ketiga dalam tata surya kita.

Keadaan permukaan planet bumi sangat berbeda dibandingkan permukaan planet Merkurius dan Venus. Suhu dan tekanan di permukaan bumi memungkinkan air berada dalam wujud padat, cair, maupun gas. Bumi adalah suatu planet yang dinamis, yang secara konstan mendaur ulang dirinya sendiri. Bumi berdiameter sekitar 12.700 km. Rata-rata periode revolusinya 365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 24 jam. Bumi memiliki satu satelit, yaitu bulan.

5.    Lapisan pada Planet Bumi
1)  Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan tanah dan batuan .Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup.Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajad Celcius.Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (46,6%), Silikon (27,7%), Aluminium (8,1%), Besi (5,0%), Kalsium (3,6%) Natrium (2,8%), Kalium (2,6%) dan Magnesium (2,1%). Unsur–unsur tersebut membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan.

2) Selimut atau selubung mantel merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerakbumi.Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat Celcius.

3)   Inti bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900–5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC.Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4500oC.

Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. 
  • Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira  100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi.Litosfer bersuhu dingin dan kaku.Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer. 
  • Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itu bersifat seperti fluida.Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu.Lapisan berikutnya mesosfer. 
  • Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer.Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.Permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas.Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair.Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas, yang membuat lempeng-lempeng dapat bergerak, yang dapat menimbulkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.


6.    Teori terjadinya Planet Bumi
Teori Pembentukan Bumi – Ada beberapa hipotesisi atau teori pembentukan bumi yang dikemukakan oleh ilmuan dunia. Sebelumnya telah djelaskan mengenai proses terbentuknya bumi, nah sekarang berikut akan dijelaskan teori-teori pembentukan bumi sebagai salah satu planet dari sederetan planet di tata surya.

1. Teori Kabut - Teori Pembentukan Bumi
Imanuel Kant (1724–1804), seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman, menjelaskan bahwa hipotesissolar nebula ini merupakan hipotesis yang paling tua dan paling terkenal mengenai terjadinya Tata Surya. Dijelaskannya pula bahwa matahari, Bumi, dan planet lain awalnya merupakan satu kesatuan yang berupa gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan, kemudian inti kabut menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian kabut di sekelilingnya membentuk planet-planet dan satelit-satelit.

2. Teori Planetesimal
Teori pembentukan bumi berikutnya yaitu teori Planetesimal yang berarti planet kecil dalam penelitian berjudul ”The Origin of the Earth” atau ”Asal Mula Terjadinya Bumi” telah dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin, seorang ahli geologi berkebangsaan Amerika Serikat, pada tahun 1916. Dalam teori ini dikatakan awal pembentukan planet mirip kabut pijar, karena di dalam kabut itu terdapat material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal.

Setelah itu, sebuah bintang (sama dengan matahari) berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak jauh sehingga terjadi pasang naik pada permukaan matahari, dan sebagian massa matahari tertarik ke arah bintang yang mendekat tersebut. Ketika bintang tersebut menjauh dari matahari sebagian massa matahari jatuh dan menyatu kembali dengan matahari, tetapi sebagian yang lain berhamburan di angkasa sekitar matahari membentuk planet-planet kecil yang beredar pada orbit masing-masing.

3. Teori Pasang Surut Gas
Teori ini berdasarkan hipotesis bahwa pada awal kejadiannya sebuah bintang yang hampir sama besarnya dengan matahari bergerak bersimpangan dengan matahari, dan menimbulkan pasang pada permukaan matahari. Pasang tersebut berbentuk menyerupai cerutu yang sangat besar. Bentuk cerutu tersebut bergerak mengelilingi matahari dan pecah menjadi sejumlah butir-butir tetesan kecil. Karena perbedaan besar kecilnya butir sehingga massa butir yang lebih besar menarik massa butir yang lebih kecil, dari proses tersebut membentuk gumpalan yang semakin besar sebesar planet-planet. Demikian seterusnya sehingga terbentuklah planet dan satelit yang ada sekarang ini. Teori ini lebih dikenal dengan nama Hipotesis Tidal James-Jefries yang ditemukan pada tahun 1917 oleh sarjana berkebangsaan Inggris bernama James Jeans dan Herald Jeffries.

4. Teori Peledakan Bintang - Teori Pembentukan Bumi
Teori ini menjelaskan adanya sebuah bintang sebagai kawan matahari, kemudian terjadi evolusi antara matahari dan bintang tersebut. Ada bagian yang memadat dan terjebak di dalam orbit keliling matahari, sebagian lagi meledak dan bebas di ruang angkasa. Keberadaan teori ini didukung oleh banyak ahli astronomi yang telah membuktikan adanya bintang kembar.

5. Teori Kuiper
Hipotesis ini dikemukakan oleh astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905–1973). Ia mengatakan bahwa semesta terdiri atas formasi bintang-bintang, di mana dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antar bintang dari gas hidden. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal yaitu matahari. Kemudian kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar yang menyebabkan awan yang lebih kecil menjadi awan yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet. Teori kuiper merupakan teori pembentukan bumi yang terakhir.


    Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar