Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar
Disusun oleh :
Nama :
Rhaeditias Inggartika
Kelas :
1PA13
NPM :
15515863
Mata Kuliah :
Ilmu Alamiah Dasar
Dosen :
Tri Surawan
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS /JURUSAN PSIKOLOGI
2016
BAB 3
RUANG LINGKUP IPA
1.5 Perkembangan IPA
1. Alam Semesta dan
Isinya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
kata “alam” memiliki arti segala yang ada di langit dan di bumi (seperti
bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan,
kata “semesta” berarti seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada
di alam – tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing; (berlaku untuk)
seluruh dunia, universal.
Alam semesta terdiri dari semua
materi termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang telah di ketahui dan
baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa. Bumi, bulan,
planet-planet dan matahari yang termasuk dalam tata surya hanyalah titik kecil
diantara 200 milyar bintang penyususn galaksi bima sakti. Perhitungan sampai
angka 200 milyar bintang ini merupakan perkiraan untuk sebuah galaksi, yakni
galaksi bima sakti yang mempunyai garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya,
yang jumlahnya ribuan juta dan terdapat di alam semesta.
Pengertian alam semesta mencakup
tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang
mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan
sebagainya. Sedangkan, makrokosmos adalah benda-benda yang ukurannya
sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi. Namun para ahli astronomi
menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan
benda-benda langit yang ada didalamnya. Alam semesta atau universum dalam
terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat dan energi
yang ada didalamnya.
2. Teori terjadinya
Alam Semesta
- Teori Letusan Hebat
Pada tahun 1917, secara
matematik ditentukan bahwa terdapat massa bahan yang hampir seragam yang keseimbangannya tak tentu antara
kekuatan tarik gravitasi dan kekuatan dorongan dari kosmik lain yang tidak
dikenal. Tahun 1922, seorang ahli fisika Rusia muncul dengan pemecahan soal
tersebut, ia mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak berperan, bahkan jagad raya
terus meluas dan seluruh partikel saling menjauhi dengan kecepatan tinggi.
Teori letusan hebat ini juga biasa disebut dengan teori "Big Bang". Pada
teori big bang mengatakan bahwa sebelumnya alam semesta bukan merupakan materi,
tetapi suatu ketika ia berubah menjadi materi yang sangat kecil dan padat,
massanya sangat berat dan tekanannya besar, karena adanya reaksi inti, maka
terjadilah letusan yang hebat.
Namun sayang, teori ini
berlawanan dengan pengetahuan astronomi zaman sekarang, pada teori ini
mengatakan bahwa jagad raya akan terus meluas dan saling menjauhi dengan
kecepatan tinggi, namun pada sistem tata surya kita, yakni "Bimasakti",
bukannya saling menjauh, tetapi malah berjalan sesuai dengan orbitnya
masing-masing.
- Teori Keadaan Tetap
Teori ini dikemukakan
oleh ahli astronomi Inggris, bernama Fred Hoyle serta beberapa ahli
astro-fisika inggris. Teori ini mengungkapkan bahwa jagad raya tidak hanya sama
dalam ruang angkasa-asas kosmologi, tetapi juga tak berubah dalam waktu asas
kosmologi yang sempurna.
Teori ini sangat
berlawananan dengan teori pertama. Teori pertama menyatakan bahwa alam semesta
akan bergerak menjauh, dan otomatis akan ada suatu ruang kosong di dalamnya,
sedangkan teori kedua ini, kita harus menerima bahwa zat baru akan selalu
diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi. jadi, galaksi yang
baru akan tercipta menggantikan galaksi yang menjauh.
- Teori Conformal Cyclic
Ini merupakan teori
terbaru yang dikemukakan oleh Roger Penrose yang merupakan kosmolog
utama dari Oxford University. Penrose menyebutkan bahwa saat mengamati radiasi
latar belakang gelombang mikro kosmik, ia menemukan gema dari kejadian-kejadian
sebelum big bang. Ia mengungkapkan bahwa ada lubang hitam yang hadir sebelum
big bang dan telah meninggalkan pengaruh yang bisa diamati di alam raya kita.
"Pemikiran bahwa
jagat raya dimulai dari sebuah dentuman dahsyat yang disebut Big Bang,
dan kemudian meluas setelahnya merupakan pemikiran yang salah", tutur
penrose dikutip dari BBC, Desember 2010. Berdasarkan teorinya ini, ia
meengklaim telah memiliki sejumlah data yang dapat memperkuat teorinya
tersebut.
"Analisis dari Walkinson
Microwave Background Probe (WMBP) yang menganalisa latar belakang gelombang
mikro kosmik pada peta selama 7 tahun telah mengungkapkan lingkaran
konsentrik", ucap Penrose. Ia mengatakan bahwa lingkaran itu terbentuk
akibat adanya sejumlah gelombang yang mempresentasikan kejadian-kejadian yang
mendahului Big Bang.
3. Sistem Tata
Surya
Tata surya merupakan bagian dari jagat raya,
yang di dalamnya berisikan matahari serta planet-planet lain. Terdapat banyak
paham dari kaum filsuf mengenai sistem tata surya kita. Ada 2 teori yang
terkenal yaitu teori Heliosentris dan Geosentris.
Pada teori Heliosentris menyatakan bahwa matahari sebagai pusat,
sedangkan bumi serta planet mengelilingi matahari. Pada teori Geosentris menyatakan
sebaliknya, bahwa Bumi sebagai pusat, sedangkan matahari bersama planet
mengelilingi bumi. Pada masa sekarang, teori Heliosentrislah yang dipakai.
a) Planet
Planet merupakan anggota tata surya kita
berukuran besar. Planet dapat berevolusi
serta berotasi. Revolusi adalah perputaran planet mengelilingi matahari (berapa
lamanya tergantung pada planet masing-masing ). Sedangkan rotasi adalah
perputaran planet pada porosnya/garis edarnya. Terdapat 8 Planet di dalam
galaksi kita, diantaranya Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus.
Berdasarkan
kedudukan garis edarnya, Plenet terbagi menjadi dua kelompok : Planet
dalam dan Planet luar. Planet dalam adalah
planet yang garis edarnya antara bumi dan matahari
(yaitu Merkurius dan Venus). Sedangkan Planet luar adalah
planet-planet yang garis edarnya dari matahari, lebih jauh garis edarnya dari
bumi, atau bisa dikatakan bahwa planet luar adalah planet-planet yang garis
edarnya sesudah bumi (yaitu Mars, Yupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus).
1) Merkurius
Merkurius
adalah planet yang terdekat dengan matahari. Kala revolusinya adalah selama 88
hari. Merkurius memiliki banyak kawah sama seperti bulan, ia juga tidak
memiliki satelitt alami beserta atmosfir. Suhu di planet ini berkisar antara
90-700 K. Planet ini berdiameter 4879 km di khatulistiwa, mengandung 70% logam
dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan 5,43 gr/cm3.
2) Venus

Venus atau yang biasa kita sebut juga sebagai
"Bintang Kejora" merupakan planet kedua terdekat dari matahari
setelah merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km, dan berevolusi selama
225 hari. Venus memiliki atmosfer yang diantaranya mengandung 97%
karbondioksida (CO2) dan 3% Nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin adanya
kehiduan di planet ini. Arah rotasinya berlawanan arah dengan planet-planet
lain, dan rotasinya memiliki waktu yang lebih panjang dibandingkan revolusinya.
3) Bumi

Inilah planet dimana manusia tinggal, diperkirakan usia
bumi mencapai 4,6 miliar tahun, jarak antara bumi dengan matahari adalah 149,6
juta kilometer. Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 km. Bumi juga memiliki
satu satelit alami, yaitu "bulan". 70,8% bumi diliputi dengan air,
udara di bumi terdiri dari 78% Nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida,
dll. Rotasi bumi selama 24 jam dan revolusinya adalah 365 hari.
4) Mars

Mars merupakan planet keempat terdekat dari
matahari. planet ini sering disebut juga sebagai planet "merah"
karena struktur dari planet itu sendiri yang terlihat kemerah-merahan. Planet
ini memiliki dua buah satelit, yaitu Phobo dan Deimos. Planet
ini memiliki revolusi selama 687 hari dan rotasinya 24,62 jam. Planet ini
memiliki atmosfer yang tipis dan kebanyakan mengandung karbon dioksida. Warna
merah dari planet ini dinyatakan berasal dari warna karat tanahnya yang kaya
akan besi.
5) Yupiter
Jupiter merupakan planet kelima terdekat dari
matahari. Jarak rata-rata antara matahari
dengan Yupiter sekitar 778,3 juta km. Planet ini merupakan planet terbesar
dengan diameter 149,980 km dan memiliki massa 318 kali masa bumi. Periode
Revolusinya selama 11,86 tahun dan rotasinya 9,8 jam. Yupiter mengandung
Hidrogem (H), Helium (He), Metana (CH4), dan Amonia (NH3). Lapisan atmosfer
planet ini 88-92% hidrogen dan 8-12% helium. Suhu permukaannya berkisar antara
-140 - 21 derajat celcius.
6) Saturnus

Saturnus dikenal dengan nama "planet
bercincin" dan ia juga merupakan planet terbesar setelah Yupiter. Saturnus berevolusi
dalam waktu 29,46 tahun dan rotasinya selama 10 jam 14 menit. Saturnus
diperkirakan terdiri dari susunan gas amonia dan metana, hal inilah yang
memastikan bahwa tidak ada kehidupan di dalamnya. Saturnus memiliki 56 buah
satelit alami. tujuh diantaranya cukup masih untuk dapat runtuh berbentuk bola
di bawah gravitasinya, satelit itu adalah Mimas, Enceladus, Tethys,
Dione, Rhea, Titan, dan Lapetus.
7) Uranus
Uranus
merupakan planet ketujuh dari matahari dan terberat keempat (jupiter, saturnus,
neptunus, dan uranus) dalam tata surya. Uranus memiliki komposisi yang
sama seperti Neptunus, yaitu "raksasa gas". Di
dalamnya terkandung hidrogen dan helium, serta mengandung banyak es, seperti
air, amonia dan metana bersama dengan jejak hidrokarbon. Atmosfernya merupakan
atmosfer terdingin dalam tata surya (49 K/-224 derajat celcius).
8) Neptunus
Planet ini merupakan pplanet terjauh dari matahari.
Periode revolusi Neptunus adalah 164,8 tahun dan rotasinya 16,1 jam. Komposisi
planet ini memiliki kesamaan dengan uranus, Atmosfernya mengandung hidrogen,
helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen dan kandungan es sperti air, amonia
dan metana. Cara menyelidiki perbedaan antara Raksasa es Uranus dan neptunus
adalah, Planet ini terdiri dari es dan batu, metana di wilayah luar planet
menampilkan warna kebiruan dari Nepttunus. Sementara Atmosfer Uranus relatif
tidak berciri, bersifat aktif dan menunjukkan pola cuaca.
b) Komet
Anggota sistem tata surya kita setelah Planet adalah Komet.
Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, komet ini terbentuk dari gas
(karbon dioksida, metana, dan air. dan debu yang membeku. Tidak hanya planet,
komet pun memiliki orbitnya yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang
dibandingkan dengan planet.
Inilah gambar orbit
/lintasan dari komet dalam mengelilingi matahari. Ketika komet menghampiri tata
surya kita, ia mendapatkan sebuah radiasi matahari yang menyebabkan lapisan es
terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membuat suatu atmosfer yang
besar akan tetapi sangat tipis, inilah yang dinamakan "coma". Akibat
dari takanan radiasi matahari dan angin matahari ini pada coma, maka
terbentuklah sebuah ekor yang panjang. Semakin jarak komet dekat dengan
matahari, semakin panjang ekornya, dan begitu pula sebaliknya. Terdapat
berbagai macam jenis komet, diantaranya :
1) Komet
Halley
Komet
ini dinamakan sesuai dengan nama penemunya,yaitu Edmond
Halley. Komet inilah yang paling terkenal dibandingkan dengan
jenis-jenis komet yang lain. Karena, komet inilah satu-satunya yang berperiode
pendek dan dapat dilihat oleh setiap manusia dengan mata telanjang. Komet ini
dapat terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun sekali
2) Komet
Encke
Tidak seperti biasanya, komet ini dinamai oleh nama seorang penelitinya, Johan
Franz Encke, Sedangkan penemu yang aslinya bernama Pierre
Mechain. Komet ini memiliki periode 3,3 tahun, dan dapat diketahuilah
bahwa komet periodik kedua yang ditemukan setelah komet Helley.
3) Komet
Hyakutake
Hyakutake merupakan sebuah komet periode
panjang. Ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi asal
Jepang, Yuji Hyakutake. Hasil penelitian mengatakan bahwa
komet ini menunjukkan adanya emisi sinar X, dan sampai saat ini, komet
Hyakutake masih menduduki posisi pertama komet dengan ekor terpanjang.
C) Meteorid
Meteorid adalah batuan-bartuan kecil yang melayang di luar angkasa dan
orbitnya pun tidak beraturan. batuan ini banyak mengandung unsur besi dan
nikel. Lalu, apakah bedanya antara Meteorid, Meteor, dan Meteorit?. Meteor adalah
sebuah meteorid yang jatuh ke bumi tetapi masih bergesekan dengan atmosfer bumi
(belum mencapai permukaan bumi), sedangkan Meteorit adalah
sebuah meteorid yang sudah jatuh ke permukaan bumi (tidak habis terbakar oleh
atmosfer).
![]() |
Meteorid
|
![]() |
Meteor
|
D) Asteorid

Asteroid adalah benda-benda kecil yang
mengelilingi matahari, biasanya terletak antara planet Mars dan Jupiter. Benda
ini ditemukan oleh seorang astronom dari sisilia bernama Geuseppe
Piazzi pada tanggal 1 januari 1801. Asteroid yang berdiameter 1 km
diperkirakan berjumlah antara 1.1-1.9 juta. Dan asteroid terluas di sistem tata
surya kita bernamaCeres yang memiliki diameter antara 90-1000 km.
Lalu, apakah kalian tahu bedanya antaraMeteorid dengan Asteorid. Meteorid
ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan asteroid, dalam banyak kasus
disebutkan bahwa Meteorid merupakan pecahan dari asteroid yang bertubrukan.
E) Matahari

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat
Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur
medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter
Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili
kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.
F) Bintang
Bintang adalah benda
langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai
sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari.
Perbedaan dari
anggota sistem tata surya yang disebutkan diatas ialah :
· Matahari adalah salah satu dari bintang hanya saja paling berbeda dari
bintang yang lainnya dalam hal suhu, warna, ukuran, massa, dan komposisi
gasnya. Selain itu, hanya matahari sebagai pusat dari tata surya kita.
· Asteroid dapat dibedakan dengan komet melalui penampakannya, kalau komet
memiliki ekor tetapi asteroid tidak memiliki ekor.
· Meteor tidak memiliki orbit seperti komet,
asteroid dan planet.
· Kedatangan komet ke bumi dapat diprediksi, tetapi kedatangan dari meteor
tidak dapat diprediksi.
· Bintang dapat memancarkan cahaya sendiri sedangkan planet memantulkan
cahaya dari bintang seperti bulan.
4. Planet Bumi
Merupakan Bagian Sistem Tata Surya
Bumi sebenarnya bukan planet yang terbesar, namun bagi kita adalah
terpenting dari seluruh planet, karena inilah tempat tinggal kita. Karena
jaraknya dari matahari, adanya atmosfer yang bersifat melindungi, dan suatu
campuran bahan kimia organik yang tepat mengakibatkan Bumi adalah satu-satunya
planet dalam tata surya yang dapat mendukung kehidupan. Bumi adalah planet
ketiga dalam tata surya kita.
Keadaan permukaan planet bumi sangat berbeda dibandingkan permukaan
planet Merkurius dan Venus. Suhu dan tekanan di permukaan bumi memungkinkan air
berada dalam wujud padat, cair, maupun gas. Bumi adalah suatu planet yang
dinamis, yang secara konstan mendaur ulang dirinya sendiri. Bumi berdiameter
sekitar 12.700 km. Rata-rata periode revolusinya 365,25 hari dan periode
rotasinya sekitar 24 jam. Bumi memiliki satu satelit, yaitu bulan.
5. Lapisan pada
Planet Bumi
1) Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua
kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai
ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar
20-70 km.. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan tanah
dan batuan .Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup.Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai
1.100 derajad Celcius.Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman
100 km dinamakan litosfer. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah:
Oksigen (46,6%), Silikon (27,7%), Aluminium (8,1%), Besi (5,0%), Kalsium (3,6%)
Natrium (2,8%), Kalium (2,6%) dan Magnesium (2,1%). Unsur–unsur tersebut
membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan.
2) Selimut atau selubung mantel merupakan lapisan yang terletak di
bawah lapisan kerakbumi.Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan
merupakan lapisan batuan padat.Suhu di
bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat Celcius.
3) Inti bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam
besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900–5200
km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.
Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang
suhunya mencapai 2.200 oC.Inti dalam
merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti
dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4500oC.
Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer,
astenosfer, dan mesosfer.
- Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira 100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi.Litosfer bersuhu dingin dan kaku.Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer.
- Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itu bersifat seperti fluida.Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu.Lapisan berikutnya mesosfer.
- Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer.Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.Permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas.Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair.Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas, yang membuat lempeng-lempeng dapat bergerak, yang dapat menimbulkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.
6. Teori terjadinya
Planet Bumi
Teori Pembentukan Bumi – Ada beberapa hipotesisi atau teori pembentukan bumi yang dikemukakan oleh ilmuan dunia.
Sebelumnya telah djelaskan mengenai proses terbentuknya bumi, nah sekarang berikut akan dijelaskan teori-teori pembentukan
bumi sebagai salah satu planet dari sederetan planet di tata surya.
1. Teori Kabut - Teori
Pembentukan Bumi
Imanuel Kant (1724–1804), seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman,
menjelaskan bahwa hipotesissolar nebula ini merupakan hipotesis yang paling tua
dan paling terkenal mengenai terjadinya Tata Surya. Dijelaskannya pula bahwa
matahari, Bumi, dan planet lain awalnya merupakan satu kesatuan yang berupa
gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan, kemudian inti kabut menjadi gumpalan
gas yang kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian kabut di sekelilingnya
membentuk planet-planet dan satelit-satelit.
2. Teori Planetesimal
Teori pembentukan bumi berikutnya yaitu teori Planetesimal yang berarti planet kecil
dalam penelitian berjudul ”The Origin of the Earth” atau ”Asal Mula
Terjadinya Bumi” telah dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin, seorang
ahli geologi berkebangsaan Amerika Serikat, pada tahun 1916. Dalam teori ini
dikatakan awal pembentukan planet mirip kabut pijar, karena di dalam kabut itu
terdapat material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal.
Setelah itu, sebuah bintang (sama dengan
matahari) berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak jauh sehingga
terjadi pasang naik pada permukaan matahari, dan sebagian massa matahari
tertarik ke arah bintang yang mendekat tersebut. Ketika bintang tersebut
menjauh dari matahari sebagian massa matahari jatuh dan menyatu kembali dengan
matahari, tetapi sebagian yang lain berhamburan di angkasa sekitar matahari
membentuk planet-planet kecil yang beredar pada orbit masing-masing.
3. Teori Pasang Surut Gas
Teori ini berdasarkan hipotesis bahwa pada awal kejadiannya sebuah
bintang yang hampir sama besarnya dengan matahari bergerak bersimpangan dengan
matahari, dan menimbulkan pasang pada permukaan matahari. Pasang tersebut
berbentuk menyerupai cerutu yang sangat besar. Bentuk cerutu tersebut bergerak
mengelilingi matahari dan pecah menjadi sejumlah butir-butir tetesan kecil.
Karena perbedaan besar kecilnya butir sehingga massa butir yang lebih besar
menarik massa butir yang lebih kecil, dari proses tersebut membentuk gumpalan
yang semakin besar sebesar planet-planet. Demikian seterusnya sehingga
terbentuklah planet dan satelit yang ada sekarang ini. Teori ini lebih dikenal
dengan nama Hipotesis Tidal James-Jefries yang ditemukan pada tahun 1917
oleh sarjana berkebangsaan Inggris bernama James Jeans dan Herald
Jeffries.
4. Teori Peledakan Bintang - Teori Pembentukan Bumi
Teori ini menjelaskan adanya sebuah bintang sebagai kawan
matahari, kemudian terjadi evolusi antara matahari dan bintang tersebut. Ada
bagian yang memadat dan terjebak di dalam orbit keliling matahari, sebagian
lagi meledak dan bebas di ruang angkasa. Keberadaan teori ini didukung oleh
banyak ahli astronomi yang telah membuktikan adanya bintang kembar.
5. Teori Kuiper
Hipotesis ini dikemukakan oleh astronom bernama Gerard P.
Kuiper (1905–1973). Ia mengatakan bahwa semesta terdiri atas formasi
bintang-bintang, di mana dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan
antar bintang dari gas hidden. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang
lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal yaitu matahari. Kemudian
kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik
dari massa yang lebih besar yang menyebabkan awan yang lebih kecil menjadi awan
yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet. Teori kuiper merupakan
teori pembentukan bumi yang terakhir.
Sumber :
- http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/191526-teori-baru-lahirnya-jagat-raya
- https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
- https://id.wikipedia.org/wiki/Matahari
- https://id.wikipedia.org/wiki/Planet
- http://www.belajarbagus.com/2015/07/teori-pembentukan-bumi.html
- http://ilmuishere.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-alam-semesta.html
- http://farhananggriawan.blogspot.co.id/2014/04/tugas-1-alam-semesta-dan-isinya-baik.html
- http://iffahufairohpsikolog.blogspot.co.id/2012/04/alam-semesta-beserta-isinya.html
- http://indra-tatasurya.blogspot.co.id/2010/01/planet-mars.html
- https://uchiharob3rt.wordpress.com/2008/10/05/komet/
- http://wulandew95.blogspot.co.id/2013/04/perbedaan-anggota-sistem-tata-surya.html
- https://fembrisma.wordpress.com/science/tata-surya/
- https://fiflowers.wordpress.com/geofisika/struktur-lapisan-bumi/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar