Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar
Disusun oleh :
Nama :
Rhaeditias Inggartika
Kelas :
1PA13
NPM :
15515863
Mata Kuliah :
Ilmu Alamiah Dasar
Dosen :
Tri Surawan
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS /JURUSAN PSIKOLOGI
2016
BAB 8
Kimia dan Fisika
4.1 Materi : Pengertian, Sifat materi,
Perubahan Materi dan klasifikasi materi
4.1.1.
Pengertian
a. Pengertian Kimia
Ilmu
kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa atau fenomena yang terjadi
dialam, lebih spesifiknya lagi mempelajari tentang materi dan perubahan yang
menyertainya.
Ilmu
kimia seringkali dikatakan sebagai central sain karena pada disiplin ilmu
apapun selalu berkaitan dengan kimia. Seorang ahli yang melakukan eksperimen
tentang kimia dikatakan sebagai ilmuwan, dimana ilmuwan tersebut melakukan
peneletian tentang perubahan materi dan perubahan yang menyertainya.
b. Pengertian Fisika
Fisika berasal dari bahasa
Yunani yang berarti “alam”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini pada mulanya
adalah apa yang dialami oleh indra kita, misalnya penglihatan menemukan optika
atau cahaya, pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi, dan indra peraba
yang dapat merasakan panas.
c.
Pengertian Materi
Materi adalah segala
sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui
tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan
sebaliknya. Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu
benda. Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat, cair, gas.Berdasarkan
hasil penelitian terbaru muncul wujud zat yang keempat yaitu plasma.
4.1.2. Sifat Materi Kimia dan Fisika
a. Sifat fisika
Sifat fisika adalah sifat fisik yang bisa diamati secara langsung. Contoh sifat fisika antara lain:
·
batu itu keras
·
kain dapat menyerap air
·
karet bisa meregang
·
alumunium panas setelah dipanaskan
·
besi, tembaga dapat menghantarkan listrik (
konduktor )
·
kayu kering tidak menghantarkan listrik (
isolator )
b. Sifat kimia
Sifat kimia adalah kemampuan zat
dalam bereaksi dengan zat lain sehingga membentuk zat baru. Contoh sifat fisika
antara lain:
·
membusuk; contoh : daun, kayu, makanan yang
membusuk. Benda yang membusuk tentunya sifatnya akan berbeda dengan sifatnya
sebelum membusuk.
·
terurai; contohnya sampah busuk dan terurai
menjadi bahan baru
·
bereaksi; contoh: oksigen memudahkan pembakaran
·
merusak; contoh: air aki dapat merusak kulit
dan pakaian
4.1.3. Perubahan Materi Kimia dan Fisika
a. Perubahan fisika
Perubahan fisika adalah perubahan zat
yang tidak menghasilkan zat yang jenisnya baru. Contohnya antara lain :
· perubahan
wujud; misalnya mencair/melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim
· perubahan
bentuk; misalnya: beras digiling menjadi tepung, beras dimasak menjadi bubur
· pemuaian;
misalnya pemuaian pada rel kereta api
· melarut;
misalnya gula atau garam dilarutkan ke dalam air menjadi larutan gula atau
larutan garam
· perubahan
warna; misalnya besi dipanaskan menjadi besi berpijar berwarna kemerah-merahan
b. Perubahan kimia
Perubahan kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat yang jenisnya baru. Contohnya antara lain:
·
pembakaran; misalnya kayu dan kertas dibakar
menjadi abu
·
peragian; misalnya kedelai diberi ragi menjadi
tempe, ketela pohon/singkong rebus diberi ragi menjadi tape
·
perkaratan; misalnya besi berkarat
·
pemuaian; misalnya kayu lapuk; sampah membusuk
4.1.4. Klasifikasi Materi Kimia dan Fisika
Para ilmuwan mengklasifikasikan materi menjadi
dua kelompok yaitu :
1. zat
tunggal (unsur dan senyawa)
2. campuran
Unsur-Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat
diuraikan lagi menjadi zat lain dengan rekasi kimia biasa. Di alam terdapat 92
jenis unsur alami dan sisanya unsur buatan. Jumlah keseluruhan di alam
kira-kira terdapat 106 unsur. Unsur dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :
1. Unsur
logam
2. Unsur
non Logam
3. Unsur
Semi Logam
Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur
yang terbentuk melalui rekasi kimia.
Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.
Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.
4.2 Pengenalan Unsur dan Sistem Periodik Unsur
i. Pengenalan
Unsur
UNSUR
Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
1. Lambang unsur diambil dari singkatan
nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama
unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin)
sebagai lambang unsur besi.
2. Lambang unsur ditulis dengan satu huruf
kapital.
3. Untuk Unsur yang dilambangkan dengan
lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan
huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
4. Unsur-unsur yang memiliki nama dengan
huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama
nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama
unsur tersebut.
Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon.
Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat
berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua
kelompok yaitu:
Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama
akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat
dibengkokan , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik
Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih
rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar
menghantarkan panas atau arus listrik.
Senyawa adalah zat yang terbentuk dari
penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari
reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya,
karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan
oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui
reaksi penguraian.
Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan
unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur
pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat
memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia
senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas
hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.
ii.
Sistem
Periodik Unsur
Pengertian Sistem Periodik Unsur
Sistem periodik memperlihatkan pengelompokkan
atau susunan unsur-unsur dengan tujuan mempermudah dalam mempelajari
sifat-sifat berbagai unsur yang berubah secara periodik.
Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur
Usaha-usaha untuk mengelompokkan unsur-unsur
telah dimulai sejak para ahli menemukan semakin banyaknya unsur di alam.
Pengelompokkan unsur-unsur ini dimaksudkan agar unsur-unsur tersebut mudah
dipelajari. Beberapa ahli mengelompokkan unsur-unsur tersebut berdasarkan
penelitian yang dilakukan.
1.TRIADE DOBEREINER DAN HUKUM
OKTAF NEWLANDS
TRIADE DOBEREINER
Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat, yang ada hubungannya dengan massa atom.
Contoh kelompok-kelompok triade:
Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat, yang ada hubungannya dengan massa atom.
Contoh kelompok-kelompok triade:
- Cl, Br dan I
- Ca, Sr dan Ba
- S, Se dan Te
HUKUM OKTAF NEWLANDS
Apabila unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom, maka unsur kesembilan mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan unsur pertama, unsur kesepuluh mirip dengan unsur kedua dan seterusnya. Karena setelah unsur kedelapan sifat-sifatnya selalu terulang, maka dinamakan hukum Oktaf.
2.SISTEM PERIODIK MENDELEYEV
- S, Se dan Te
HUKUM OKTAF NEWLANDS
Apabila unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom, maka unsur kesembilan mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan unsur pertama, unsur kesepuluh mirip dengan unsur kedua dan seterusnya. Karena setelah unsur kedelapan sifat-sifatnya selalu terulang, maka dinamakan hukum Oktaf.
2.SISTEM PERIODIK MENDELEYEV
· Disusun berdasarkan massa atomnya dengan tidak mengabaikan
sifat-sifat unsurnya.
· Lahirlah hukum periodik unsur yang menyatakan bahwa apabila
unsur disusun menurut massa atomnya,
maka unsur itu akan menunjukkan sifat-sifat yang berulang secara periodik.
· Beberapa keunggulan sistem periodik Mendeleyev, antara lain:
o
Ada tempat bagi unsur
transisi.
o
Terdapat tempat-tempat kosong
yang diramalkan akan diisi dengan unsur yang belum ditemukan pada waktu itu
· Kekurangan sistem periodik ini:
o
Adanya empat pasal anomali,
yaitu penyimpangan terhadap hukum perioditas yang disusun berdasarkan kenaikan
massa atomnya. Keempat anomali itu adalah: Ar dengan K, Te dengan I, Co dengan
Ni dan Th dengan Pa.
3.SISTEM PERIODIK BENTUK PANJANG
Sistem ini merupakan penyempurnaan dari gagasan Mendeleyev, disusun berdasarkan nomor atomnya. Sistem ini terdiri dari dua deret, deret horisontal disebut periodik dan deret vertikal disebut golongan.
4.SISTEM PERIODIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONFIGURASI ELEKTRON
Sistem ini merupakan penyempurnaan dari gagasan Mendeleyev, disusun berdasarkan nomor atomnya. Sistem ini terdiri dari dua deret, deret horisontal disebut periodik dan deret vertikal disebut golongan.
4.SISTEM PERIODIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONFIGURASI ELEKTRON
a) HUBUNGAN ANTARA PERIODA DENGAN KONFIGURASI ELEKTRON
Dalam sistem periodik, perioda menunjukkan banyaknya kulit yang telah terisi elektron di dalam suatu atom. Sehingga sesuai dengan banyaknya kulit yaitu K, L, M, N, O, P, Q maka sistem periodik mempunyai 7 perioda.
Dalam sistem periodik, perioda menunjukkan banyaknya kulit yang telah terisi elektron di dalam suatu atom. Sehingga sesuai dengan banyaknya kulit yaitu K, L, M, N, O, P, Q maka sistem periodik mempunyai 7 perioda.
b) HUBUNGAN ANTARA GOL. DENGAN KONFIGURASI ELEKTRON
Unsur yang terletak pada satu golongan mempunyai sifat-sifat kimia yang mirip (hampir sama). Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan unsur-unsur golongan B disebut unsur transisi (peralihan), semua unsur transisi diberi simbol B kecuali untuk triade besi, paladium dan platina disebut "golongan VIII''.
Unsur yang terletak pada satu golongan mempunyai sifat-sifat kimia yang mirip (hampir sama). Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan unsur-unsur golongan B disebut unsur transisi (peralihan), semua unsur transisi diberi simbol B kecuali untuk triade besi, paladium dan platina disebut "golongan VIII''.
c) CARA
PENENTUAN PERIODA DAN GOL. SUATU UNSUR
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
d)
|
BEBERAPA
SIFAT PERIODIK UNSUR-UNSUR
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
KLASIFIKASI
Golongan
Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel
periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron valensi yang mirip, sehingga mempunyai sifat
yang mirip pula. Ada tiga sistem pemberian nomor
golongan. Sistem pertama memakai angka
Arab dan dua sistem lainnya
memakai angka Romawi. Nama dengan
angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka Arab
adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh International Union of Pure and
Applied Chemistry (IUPAC).
Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan kedua sistem lama yang
menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut membingungkan,
menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda.
Golongan bisa dianggap sebagai cara yang paling
penting dari mengklasifikasi unsur. Pada beberapa golongan, unsur-unsurnya ada
yang sangat mirip sifatnya dan memiliki kecenderungan sifat yang jelas jika
ditelusuri menurun di dalam kolom. Golongan-golongan ini sering diberi nama
umum (tak sistematis) sebagai contoh: logam
alkali, logam alkali tanah, halogen, khalkogen, dan gas mulia. Beberapa golongan lainnya
dalam tabel tidak menampilkan sebanyak persamaan maupun kecenderungan sifat
secara vertikal (sebagai contoh Kelompok 14 dan 15), golongan ini tidak
memiliki nama umum.
Periode
Baris
dalam tabel periodik disebut periode. Walaupun golongan adalah cara yang
paling umum untuk mengklasifikasi unsur, ada beberapa bagian di tabel unsur
yang kecenderungan sifatnya secara horisontal dan kesamaan sifatnya lebih
penting dan mencolok daripada kecenderungan vertikal. Fenomena ini terjadi di blok-d
(atau "logam transisi"), dan terutama blok-f, dimana lantinida dan
aktinida menunjukan sifat berurutan yang sangat mencolok.
Tabel sistem periodik
4.3
Energi : Pengertian, Macam, dan contohnya
4.3.1. Pengertian Energi
Menurut Einstein adalah produk dari massa
dan kuadrat kecepatan cahaya. Energi merupakan sesuatu yang bersifat
abstrak, dimana sulit untuk dibuktikan tetapi dapat dirasakan adanya. Energi
adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja (energy is the capacity for
doing work).
Dalam
Hukum Termodinamika pertama, energi
itu bersifat kekal. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan,
tetapi dapat dikonversi atau diubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk
energi yang lain. Contoh perubahan energi atau konversi energi : Bahan bakar bensin
yang merupakan energi kimia berbentuk cair dimasukkan ke dalam tangki bensin
motor. Kemudian sistem pembakaran terjadi di dalam mesin motor terhadap bensin,
bensin yang semulanya adalah energi kimia dikonversi menjadi energi gerak oleh
mesin motor
4.3.2.
Macam-macam
Energi
1.
Energi Mekanik
Energi
Mekanik merupakan
salah satu dari macam-macam energi. Bentuk transisi dari energi mekanik adalah
kerja. Energi mekanik yang tersimpan ialah energi potensial atau energi
kinetik.
2.
Energi Listrik
Pengertian
Energi listrik adalah
energi yang berkaitan dengan akumulasi arus elektron, yang biasanya dinyatakan
dalam Watt-jam atau kilo Watt-jam. Energi listrik merupakan salah satu dari
macam-macam energi yang bentuk transisinya berupa aliran elektron melalui
konduktor jenis tertentu. Energi listrik ini dapat disimpan sebagai energi
medan elektrostatis yang merupakan energi yang berkaitan dengan medan listrik
yang dihasilkan oleh terakamulasi muatan elektron pada pelat-pelat kapasitor.
Energi medan listrik sama dengan energi medan elektromagnetis, serta sama
dengan energi yang berkaitan dengan medan magnet yang timbul akibat aliran
elektron melalui kumparan induksi.
3.
Energi Elektromagnetik
Pengertian
Energi Elektromagnetik adalah
bentuk energi yang berkaitan dengan radiasi elektromagnetik. Energi radiasi ini
kemudian dinyatakan dalam satuan energi yang sangat kecil, yaitu elektron volt
(eV) atau bisa juga mega elektrovolt (MeV) yang digunakan dalam evaluasi energi
nuklir. Energi elektromagnetik ini merupakan salah satu dari macam-macam
energi.
Radiasi
elektromagnetik adalah
bentuk energi murni dan tidak berkaitan dengan massa. Energi transmisi yang
bergerak dengan kecepatan cahaya merupakan radiasi ini. Energi transmisi lebih
besar atau semakin energetik apabila panjang gelombangnya sangat pendek dan
frekuensinya lebih tinggi. Sumber radiasi atau panjang gelombang radiasi
elektromagnetik dibagi atas beberapa kelas di mana radiasi gamma merupakan
jenis radiasi yang paling energik dari energi elektromagnetik.
Radiasi
termal adalah
radiasi elektromagnetik yang timbul akibat getaran atom. Energi elektromagnetik
ini sangat besar dalam kelompoknya, termasuk radiasi ultraviolet atau radiasi
temperatur tinggi, kelompok kecil radiasi tembus pandang dan sekelompok radiasi
temperatur rendah atau sinar inframerah (infrared).
Radiasi
gelombang milimeter dan gelombang mikro adalah bentuk energi berikutnya dari
jenis radiasi elektromagnetik, digunakan untuk radar dan juga microwave-cookers.
Bentuk terakhir dari radiasi elektromagnetik ialah radiasi gelombang radio.
4.
Energi Kimia
Pengertian
Energi Kimia adalah
energi yang keluar sebagai hasil dari interaksi antara elektron, yang dua atau
lebih atom (molekul) berkombinasi sehingga menghasilkan senyawa kimia yang
stabil. Energi kimia merupakan salah satu dari macam-macam energi. Energi kimia
hanya dapat terjadi dalam bentuknya yang tersimpan. Bila energi kimia dilepas
dalam suatu reaksi, maka yang terjadi reaksi yang disebut dengan reaksi
eksotermis yang dinyatakan dalam satuan Kj, Btu atau satuan kkal. Bila dalam
reaksi kimia energinya terserap maka proses ini disebut dengan reaksi
endotermis. Sumber energi bahan bakar yang sangar penting bagi manusia adalah
rekasi kimia eksotermis yang pada umumnya disebut reaksi pembakaran. Reaksi pembakaran
ini melalui proses oksidasi dari bahan bakar fosil.
5.
Energi Nuklir
Pengertian
Energi Nuklir adalah
energi dalam bentuk energi yang tersimpan, dimana dapat dilepas akibat
interaksi partikel dengan atau di dalam inti atom. Energi nuklir merupakan
salah satu dari macam-macam energi. Energi nuklir ini dilepas sebagai hasil
usaha partikel-partikel untuk memperoleh kondisi yang lebih stabil. Satuan yang
digunakan untuk menyatakannya ialah juta elektron radiasi. Pada reaksi nuklir
dapat terjadi penghancuran radioaktif, fisi dan fusi.
6.
Energi Termal
Pengertian
Energi Termal adalah
bentuk energi dasar, dimana semua energi dapat dikonversi secara penuh menjadi
energi panas (kalor). Energi termal ialah salah satu dari macam-macam energi.
Pengonversian dari energi termal ke energi lain dibatasi oleh hukum
termodinamika kedua. Bentuk energi transisi dan energi termal ialah energi
panas dan dapat pula bentuk dari energi ini tersimpan sebagai kalor “laten”
atau kalor “sensibel” yang berbentuk entalpi.
4.3.3. Contoh Energi
Contoh bentuk – bentuk energi dalam kehidupan
1.
Tenaga air yang memanfaaatkan gerakan air biasanya didapat dari sungai yang
dibendung.Pada bagian bawah terdapat lubang-lubang saluran air. Pada
lubang-lubang tersebut terdapat turbin yang berfungsi mengubah energi kinetik
dari gerakan air manjadi energi listrik. Energi listrik yang berasal dari
energi kinetik air disebut “hydroelectric”.
2. Anak
panah (pemanah) yang hendak memanah terdapat energi potensial pada tali busur
yang
ditarik, dan energi gerak yang dilakukan pemanah untuk menarik busur dan tali
busur. Dan memberikan energi kinetik untuk energi gerak pada anak panah. Energi
kinetik ini digunakan untuk melakukan kerja kesasaran ketika anak panah
dilepaskan.
3. Dalam
oven microwave, energi elektromagnetik yang diperoleh dari perusahaan
listrik
diubah
menjadi energi termal dari makanan yang dimasak.
4. Saat
melempar bola keatas terjadi perubahan energi dalam molekul-molekul mejadi
energi kinetik yang dimiliki bola, lalu diubah menjadi energi potensial
gravitasi saat naik dan saat turun terjadi perubahan energi potensial menjadi
energi kinetik.
5. Motor
lisrik yang mengangkat peti, usaha yang dilakukan untuk gaya tegangan tali yang
melalui katrol listrik mengubah energi listrik dari motor menjadi energi
potensial gravitasi pada peti.
6.
Manusia mendorong mobil, ketika gaya otot lengan melakukan usaha mendorong
mobil maka terjedi perubahanbentuk energi dari energi kimia dalam tubuh menjadi
energi gerak.
7. Bensin, ketika satu liter bensin dibakar
dalam sebuah mesin mobil, bensin melepas 33jt joule dari energi dalamnya, dalam
mobil energi ini dapat diubah menjadi energi kinetik (membuat mobil bergerak
lebih cepat), atau menjadi energi potensial (membuat mobil
mampu
menaiki bukit).
8. Dalam
mesin mobil, energi kimia yang disimpan dalam bahan bakar yang sebagian diubah menjadi
energi gerak mobil dan sebagian lagi menjadi energi termal.
9. Ikan,
telur, susu, dan apel yang dimakan mamusia mengandung energi kimiaketika
berlari gaya otot melakukan usaha untuk menggerakan diri pada kecepatan
tertentu, setelah lari merasa lelah. Usaha oleh gaya otot ketika berlari
mengubah sebagian energi kimia menjadi energi gerak.
10.
Energi gerak (yang dijatuhkan kebawah makin cepat) menjadi energi kalor (bekas
batubara dilantai menjadi makin panas saat diraba), dan menjadi energi bunyi
(terdengar suara buk sesaat setelah batu menumbuk lantai).
11.
Energi kimia terkendung dalam aki dan baterai yang menjadikan energi listrik
didalam kabel, selanjutnya menjadi menjadi energi cahaya dan energi kalor dalam
bola lampu.
12. Ban mobil yang bergerek terdapat energi
kinetik yang menimbulkan panas pada jalan
(energi
kalor).
13.
Sertika yang dihubungkan dengan listrik, terjadi perubahan energi listri
menjadi energi kalor.
14.
Ayunan yang digoyang mengubah energi kinetik menjadi energi potensial saat
berhenti sejenak diatas dan sebaliknya saat turun.
15. Pada
dinamo sepeda saat digerakkan maka akan terjadi perubahan energi dari gerak
menjadi
energi listrik dan energi cahaya.
16. Pada
pelompat galah, mula-mula pelompat mengerahkan energi kimia dalam tubuhnya untuk
berlari sambil memegang galah. Disitu terjadi transport energi dari energi
kimia menjadi energi kinetik pelompat yang berlari, tetapi didekat palang
pelompat yang sedang berlari menancapkan ujung galahnya kesebuah soket yang
terdapat ditanah. Energi kinetik lari pelompat disimpan sementara didalam galah
yang membengkok sebagai energi potensial elastis galah. Ketika galah melurus,
energi potensial elastis galah dikembalikan lagi kepelompat, sebagian sebagai
energi potensial gravitasi (dapat dinaikkan ketinggian pelompat sampai enem
meter ditanah) dan sebagian lagi sebagai energi kinetik untuk melompatkan
pelompat.
4.4. Sifat
Fisika, Cabang-cabang Fisika dan hubungannya dengan pengetahuan lain
4.4.1. Sifat-sifat Fisika
- Sifat fisika merupakan sifat materi yang dapat dilihat secara langsung dengan indra.
- Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru
- Sifat fisika diantaranya adalah : wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan dan kekentalan.
1. Wujud Zat
Wujud zat
terbagi atas zat padat, cair, dan gas.
- Zat Padat
Zat
padat mempunyai sifat bentuk dan volumenya tetap. Bentuk yang tetap dikarenakan
partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan (rapat), tersusun teratur
dan mempunyai gaya tarik antar partikel yang sangat kuat. volumenya tetap
dikarenakanbpartikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada
kedudukannya saja.
- Zat Cair
Zat cair
mempunyai sifat bentuk yang berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuknya yang
berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi
renggang, tersusun teratur, dan gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya
tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah, tetapi tidak dapat
meninggalkan kelompoknya.
- Zat
Gas
Zat gas
mempunyai sifat bentuk dan volume yang berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah
dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur,
dan gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah karena
partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.
2. Kekeruhan
(Turbidity)
Kekeruhan
terjadi pada zat cair. Kekeruhan cairan disebabkan adanya partikel suspensi
yang halus. Jika sinar cahaya dilewatkan pada cairan yang keruh, maka
intensitasnya akan berkurang karena dihamburkan. Hal ini bergantung pada
konsentrasinya. Alat untuk mengetahui intensitas cahaya pada zat cair yang
keruh atau untuk mengukur tingkat kekeruhan disebut turbidimetry.
3.
Kekentalan (Viskositas)
Kekentalan
adalah ukuran ketahanan zat cair untuk mengalir. Untuk mengetahui kekuatan
mengalir (flow rate) zat cair, digunakan alat viskometer. Flow
rate digunakan untuk menghitung indeks viskositas. Viskositas cairan terjadi
karena gesekan molekul-molekul.
Viskositas
juga sangat dipengaruhi oleh struktur molekul cairan. Jika struktur molekulnya
kecil dan sederhana maka molekul tersebut dapat bergerak cepat, contohnya air.
Dan sebaliknya, jika molekulnya besar dan saling bertautan, maka zat tersebut
akan bergerak sangat lambat, contohnya oli. Molekul-molekul cairan yang
bergerak cepat, dikatakan memiliki viskositas/kekentalan rendah, sedangkan
apabila molekul cairan bergerak lambat, maka dikatakan memiliki
viskositas/kekentalan yang tinggi.
4. Titik Didih
Titik
didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih. Mendidih berbeda dengan menguap, Mendidih terjadi pada suhu
tertentu yaitu pada titik didih, sedangkan menguap
terjadi pada suhu berapa saja di bawah titik didih. Contohnya, pada saat kita
menjemur pakaian, maka airnya menguap bukan mendidih, sedangkan apabila kita memanaskan
air di kompor hanya pada titik suhu tertentu air tersebut dapat mendidih. titik
didih berbagai zat berbeda, bergantung pada struktur dan sifat bahan.
5. Titik Leleh
Titik
leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair. Misalnya garam
dapur jika dipanaskan akan meleleh menjadi cairan. Perubahan ini dipengaruhi
oleh struktur kristal pada zat tersebut. Zat cair dan zat gas juga memiliki
titik leleh, tetapi perubahannya tidak dapat diamati pada suhu kamar.
6. Kelarutan
Larutan
merupakan campuran homogen yang terdiri dari dua komponen, yaitu pelarut dan
terlarut. Pelarut merupakan zat yang melarutkan, dan biasanya jumlahnya lebih
banyak, sedangkan zat terlarut adalah zat yang dilarutkan, biasanya dengan
jumlah yang lebih sedikit. Kelarutan dipengaruhi oleh berbagai faktor,
diantaranya sebagai berikut :
a) Suhu
Pada saat kita melarutkan kopi dan gula, akan
lebih cepat larut dalam air panas dibandingkan dengan air dingin. Mengapa
demikian? Kenaikan suhu menyebabkan energi kinetik partikel zat bertambah
sehingga partikel pada suhu yang tinggi akan bergerak lebih cepat dibandingkan
dengan suhu yang rendah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya tumbukan antara
partikel zat pelarut dengan partikel zat terlarut.
b) Volume Pelarut
Pada saat kita melarutkan 2 sendok gula kedalam
100 mL air, dan 2 sendok gula kedalam 500 mL air, maka gula tersebut akan lebih
cepat larut dalam 500 mL air, mengapa demikian?. Semakin besar volume pelarut,
maka jumlah partikel pelarut akan semakin banyak. kondisi ini memungkinkan
lebih banyak terjadinya tumbukan antara zat pelarut dengan zat terlarut,
sehingga zat padat pada umumnya akan lebih cepat larut.
c) Ukuran Zat Terlarut
Apabila kita melarutkan 2 sendok gula pasir
kedalam 100 mL air, dan 1 sendok gula batu kedalam 100 mL air, mengapa yang
lebih cepat larut adalah 2 sendok gula pasir?. Hal ini karena gula pasir halus
memiliki ukuran partikel yang lebih kecil sehingga memiliki permukaan sentuh
yang lebih luas dibandingkan gula batu. Jadi, makin kecil ukuran zat terlarut,
makin besar kelarutan zat tersebut.
d) Jenis zat terlarut
e) Jenis Pelarut
4.4.2. Pengertian Sifat Fisika Beserta Contohnya
·
Wujud zat
Wujud
zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari
satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu :
menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.
·
Warna
Setiap
benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat
diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri
tersendiri yang
membedakan
antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna
hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.
·
Kelarutan
Kelarutan
suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat
pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut.
Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.
·
Daya hantar listrik
Daya
hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik
dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan
listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik.
Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang
ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah
lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.
·
Kemagnetan
Berdasarkan
sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda
non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet,
sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
·
Titik Didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.
·
Titik Leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah
menjadi zat cair.
4.4.3. Cabang-cabang Fisika dan hubungannya dengan
pengetahuan lain
Cabang-Cabang ilmu fisika sangat banyak, antara
lain adalah :
1. Mekanika adalah cabang ilmu fisika yang
mempelajari tentang gerak. Mekanika klasik terbagi atas dua bagian, yaitu
Kinematika dan Dinamika.
· Kinematika membahas
bagaimana suatu objek dapat bergerak tanpa menyelidiki sebab-sebab apa yang menyebabkan
suatu objek dapat bergerak
· Dinamika mempelajari
bagaimana suatu objek dapat bergerak dengan menyelidiki penyebabnya.
2. Mekanika Kuantum adalah cabang dasar fisika
yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom.
3. Mekanika Fluida adalah cabang ilmu fisika
yang mempelajari tentang fluida
4. Elektronika adalah ilmu yang mempelajari
alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran
elektron atau partikel bermuatan listrik dalam satu alat seperti komputer,
peralatan elektronik, semikonduktor, dan lain-lain.
5. Teknik Elektro atau Teknik Listrik adalah
salah satu bidang ilmu teknik mengenai aplikasi listrik untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat.
6. Elektrostatis adalah ilmu yang mempelajari
tentang listrik statis
7. Elektrodinamis adalah ilmu yang mempelajari
tentang listrik dinamis
8. Bioelektromagnetik adalah disiplin ilmu yang
mempelajari tentang fenomena listrik, magnetik, dan elektromagnetik yang muncul
pada jaringan makhluk hidup
9. Termodinamika adalah kajian tentang energi
atau panas yang berpindah
10. Fisika Inti adalah ilmu fisika yang
mengkaji atom/bagian-bagian atom
11. Fisika Gelombang adalah cabang ilmu fisika
yang mempelajari tentang gelombang
12. Fisika Optik (Geometri) adalah ilmu fisika
yang mempelajari tentang cahaya
13. Kosmografi/Astronomi adalah ilmu yang
mempelajari tentang berbintangan dan benda-benda angkasa
14. Fisika Kedokteran (Fisika Medis) membahas
bagaimana penggunaan ilmu fisika dalam bidang kedokteran (medis), diantaranya :
· Biomekanika meliputi
gaya dan hukum fluida dalam tubuh
· Bioakuistik (bunyi
dan efeknya pada sel hidup/ manusia)
· Biooptik (mata
dan penggunaan alat optik)
· Biolistrik (sistem
listrik pada sel hidup terutama pada jantung manusia)
15. Fisika Radiasi adalah ilmu fisika yang
mempelajari setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui
ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain.
16. Fisika lingkungan adalah ilmu yang
mempelajari kaitan fenomena fisika dengan lingkungan. beberapa di antaranya
antara lain :
· Fisika
tanah dalam/Bumi
· Fisika
tanah permukaan
· Fisika
udara
· Hidrologi
· Fisika
gempa (seismografi fisik)
· Fisika
laut (oseanografi fisik)
· Meteorologi
· Fisika
awan
· Fisika
Atmosfer
17.
Geofisika adalah perpaduan antara ilmu fisika, geografi, kimia, dan matematika.
Dari segi Fisika yang dipelajari adalah :
· Ilmu
gempa atau Seismologi yang mempelajari tentang gempa
· Magnet
bumi
· Gravitasi termasuk
pasang surut dan anomali gravitasi bumi
· Geo-Elektro (aspek
listrik bumi), dll
18. selain
yang diuraikan di atas, seiring perkembangan zaman, ilmu fisika telah menjadi
bagian dari segi kehidupan misalnya :
· Ekonomifisika yang
merupakan aplikasi fisika dalam bidang ekonomi
· Fisika
Komputasi adalah solusi persamaan-persamaan Fisika- Matematik dengan
menggunakan, dan lain-lain yang mengakibatkan Fisika itu selalu ada dalam
berbagai aspek.
Hubungan
Fisika dengan Ilmu Pengetahuan Lain
Fisika merupakan ilmu yang sangat fundamental
diantara semua Ilmu Pengetahuan Alam. Misalnya saja pada Kimia, susunan molekul
dan cara-cara praktis dalam mengubah molekul tertentu menjadi yang lain
menggunakan metode penerapan hukum-hukum Fisika. Biologi juga harus bersandar
ketat pada ilmu fisika dan kimia untuk menerangkan proses-proses yang
berlangsung pada makhluk hidup.
Tujuan mempelajari Ilmu Fisika adalah agar kita
dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara
benda-benda, serta mampu menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang
terjadi. Walaupun fisika terbagi atas beberapa bidang, hukum fisika berlaku
universal. Tinjauan suatu fenomena dari bidang fisika tertentu akan memperoleh
hasil yang sama apabila di tinjau dari bidang fisika lain.
Selain itu, konsep-konsep dasar fisika tidak
saja mendukung perkembangan fisika itu sendiri, tetapi juga mendukung
perkembangan ilmu lain dan teknologi. Ilmu fisika menunjang riset murni maupun
terapan. Ahli-ahli geologi dalam risetnya menggunakan metode-metode gravimetri,
akustik, listrik dan mekanika. peralatan modern di rumah-rumah sakit menerapkan
prinsip ilmu fisika dan Ahli-ahli astronomi memerlukan optik spektografi dan
teknik radio.
4.5.Pengukuran,
Besaran dan Demensi
Dimensi
besaran fisis diwakili dengan simbol, misalnya M, L, T yang mewakili massa,
panjang (mungkin dari istilah bahasa Inggris: length), dan waktu (mungkin dari
istilah bahasa Inggris: time). Sebagaimana terdapat satuan turunan yang
diturunkan dari satuan dasar, terdapat dimensi dasar primer besaran fisis dan
dimensi sekunder besaran yang diturunkan dari dimensi dasar primer. Misalnya,
dimensi besaran kecepatan adalah jarak/waktu (L/T) dan dimensi gaya adalah
massa × jarak/waktu²atauML/T2.
Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer), namun dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu L. Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39,37 in; angka 39,37 ini disebut sebagai faktor konversi), sementara tidak ada faktor konversi antar lambang dimensi.Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem SI
Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer), namun dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu L. Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39,37 in; angka 39,37 ini disebut sebagai faktor konversi), sementara tidak ada faktor konversi antar lambang dimensi.Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem SI
Besaran
dasar
|
Dimensi
|
Satuan
SI
|
Massa
|
M
|
kg
|
Panjang
|
L
|
m
|
Waktu
|
T
|
s
|
Suhu
|
?
|
K
|
Arus
listrik
|
E
|
A
|
Intensitas
cahaya
|
I
|
cd
|
4.5.1. Pengertian
Pengukuran, Besaran dan Dimensi
PENGUKURAN
Dalam
ilmu fisika pengukuran dapat dilakukan pada sesuatu yang terdifinisi dengan
jelas. misalnya : pengukuran panjang, massa, temperatur, dll. Pengukuran dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu :
1.Pengukuran
Langsung yaitu,dengan sesuatu alat ukur langsung memberikan hasil
pengukuran. Contoh: pengukuran meja belajar
2.Pengukuran
tak langsung yaitu, dengan suatu cara dan perhitungan pengukuran ini barulah
memberikan hasilnya.Contoh : pengukuran benda-benda kuno.
SATUAN
Pengukuran
selalu dibuat relatif terhadap satuan tertentu. Sistim satuan yang dipakai sekarang
adalah sistim Internasional yang disingkat dengan SI (dari bahasa
perancis Le Systeme International D’Unites ) dan sistim Inggris.
Dalam SI terdapat 2 sistim satuan yaitu : sistim MKS(meter-kilo-sekon) dan
sistim CGS(centi-gram-sekon)
Sistim
Panjang Massa
Waktu
MKS m kg s
CGS cm g s
MKS m kg s
CGS cm g s
BESARAN POKOK
Pada
suatu pengukuran terdapat besaran-besaran yang dianggap pokok dimana besaran
ini dipakai sebagai dasar dari suatu pengukuran.
· Dalam
mekanika ada tiga besaran pokok yaitu ; MASSA, PANJANG dan WAKTU,.
· Dalam
Thermodinamika kita mengenal dua besaran pokok yaitu; SUHU dan JUMLAH ZAT
· Dalam
listrik dan cahaya ada dua besaran pokok yaitu ; KUAT ARUS dan INTENSITAS CAHAYA,
· Ada dua
besaran pokok yang tak berdimensi yaitu Sudut Ruang dan Sudut Bidang.
Pada
mulanya besaran-besaran pokok tidak mempunyai standart yang jelas. Untuk
menghindari ini maka sejak tahun 1889 diadakan pertemuan rutin yang membahas
berat dan pengukuran. Pada pertemuan yang diadakan dalam periode 1954-1971
ditetapkan tujuh besaran pokok beserta satuannya. Sistim satuan yang digunakan
adalah sistim satuan SI.
4.5.2. Dimensi
Setiap Besaran dalam Fisik
DIMENSI
Dimensi
menyatakan sifat fisis dari suatu besaran . Atau dengan kata lain dimensi
merupakan simbol dari besaran pokok. Dimensi dapat dipakai untuk mengecek rumus
– rumus fisika. Rumus fisika yang benar harus mempunyai dimensi yang sama pada
kedua ruas .
Didalam
suatu pengukuran ada dua kemungkinan yang akan terjadi yaitu mendapatkan angka
yang terlalu kecil atau angka yang terlalu besar jika dipakai satuan diatas.
Untuk menyederhanakan permasalahan tersebut maka dalam pertemuan pada tahun
1960-1975 komite international di atas menetapkan awalan pada satuan-satuan
tersebut.
Besaran dasar
|
Dimensi
|
Satuan SI
|
Massa
|
M
|
Kg
|
Panjang
|
L
|
M
|
Waktu
|
T
|
S
|
Suhu
|
?
|
K
|
Arus listrik
|
E
|
A
|
Intensitas cahaya
|
I
|
Cd
|
BESARAN TURUNAN
Besaran
turunan adalah besaran-besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Jadi besaran
turunan terdiri dari lebih dari satu besaran pokok. Dalam fisika terdapat
banyak sekali besaran turunan. Bebarapa contoh dari besaran turunan dibawah ini
: Gaya, Kecepatan, Percepatan, Usaha, Daya, Volume, Massa jenis, dll
4.5.3 Perbedaan
pengukuran berdasarkan sistem metrik dan SI
Setelah
abad ke-17, para ilmuwan menggunakan sistem pengukuran yang pada awalnya
disebut sistem pengukuran metrik. Sistem ini merupakan satuan yang
dahulu dipakai dalam dunia pendidikan dan pengetahuan. Sistem metrik
dikelompokkan menjadi Sistem Metrik Besar atau MKS
(Meter Kilogram Second), yang pada tahun 1960 satuan ini dipergunakan dan
diresmikan menjadi Sistem Internasional (SI) atau biasa disebut dengan Sistem
Metrik Kecil atau CGS (Centimeter Gram Second).
Sistem
Metrik diusulkan menjadi SI, karena satuan-satuan dalam sistem ini dihubungkan
dengan bilangan pokok 10, sehingga lebih memudahkan penggunaannya. Berikut akan
adalah tabel awalan sistem metrik yang digunakan dalam SI.
a)
Sistem Internasional untuk Panjang
Hasil pengukuran besaran panjang biasanya dinyatakan dalam satuan meter,
centimeter, milimeter atau kilometer. Satuan Besaran dalam sistem SI adalah Meter. Pada
mulanya satu meter ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta
(1/10000000) dari jarak kutub utara ke khatulistiwa melalui Paris. Kemudian
dibuatlah batang meter standar dari campuran Platina-Iridium. Satu meter
didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0ºC.
Namun, batang meter standar dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi oleh
suhu, serta menimbulkan kesulitan dalam menentukan ketelitian pengukuran.
Oleh karena itu, pada tahun 1960 definisi satu meter diubah. Satu meter
didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang
dipancarkan oleh atom gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan
listrik.
Pada Tahun 1983, Konferensi Internasional tentang timbangan dan ukuran
memutuskan bahwa satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang
waktu 1/299792458 sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya
dianggap selalu konstan.
b)
Sistem Internasional untuk Massa
Besaran massa dalam satuan SI dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). Pada
mulanya, para ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder
yang terbuat dari bahan campuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres,
dekat Paris. Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, massa satu kilogram
didefinisikan sebagai massa satu liter air murni pada suhu 4oC.
c)
Sistem Internasional untuk Waktu
Besaran
waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon dalam SI. Pada awalnya satuan
waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya, yaitu 1 hari. Satu
detik didefinisikan sebagai 1/26400 kali satu hari rata-rata. Satu hari
rata-rata sama dengan 24 jam = 24 x 60 x 60 = 86400 detik. Karena satu hari
matahari tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, maka pada tahun 1956 para ahli
menetapkan definisi baru. Satu detik adalah selang waktu yang diperlukan oleh
atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9192631770 kali.
d)
Sistem Internasional untuk Suhu
Satu Kelvin
adalah 1/273,16 suhu titik tripel air
e)
Sistem Internasional untuk Kuat Arus Listrik
Satu
Ampere adalah arus tetap yang dipertahankan untuk tetap mengalir pada dua
batang penghantar sejajar dengan panjang tak terhingga dan dengan luas
penampang yang dapat diabaikan dan dipisahkan sejauh satu meter dari vakum,
yang akan menghasilkan gaya sebesar 2x10^-7 N m^-1.
f)
Sistem Internasional untuk Intensitas Cahaya
Satu
candela adalah intensitas cahaya yang besarnya sama dengan intensitas sebuah
sumber cahaya pada satu arah tertentu yang memancarkan radiasi monokhromatik
dengan frekuensi 540 x 10^12 Hz dan memiliki intensitas pancaran pada arah
tersebut sebesar 1/683 watt per steradian.
g)
Sistem Internasional Jumlah Zat
satu mol
sama dengan jumlah zat yang mengandung satuan elementer sebanyak jumlah atom
didalam 0,012 kg karbon -12. satuan elementer dapat berupa atom, molekul, ion,
elektron, dll.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar