Sabtu, 16 Juli 2016

Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar (Bab 12)

Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar




Disusun oleh :
Nama                   : Rhaeditias Inggartika
Kelas                    : 1PA13
NPM                    : 15515863
Mata Kuliah         : Ilmu Alamiah Dasar
Dosen                   : Tri Surawan
                                     



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS /JURUSAN PSIKOLOGI
2016





BAB 12
RELASI

7.1.   Pengantar Mengenai Relasi
Relasi, adalah hubungan antara dua elemen himpunan. Hubungan ini bersifat abstrak, dan tidak perlu memiliki arti apapun baik secara konkret maupun secara matematis. (WIKIPEDIA)
Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu aturan yang memasangkan anggota-anggota himpunan A dengan anggota-anggota himpunan B. 
Contoh :
Empat orang anak yaitu Ria, Rian, Reni, dan Revi memilih jenis musik yang mereka sukai. Ternyata:
Ria dan Rian memilih musik pop.
Rian dan Reni memilih musik rock.
Rian, Reni, dan Revi memilih musik jazz.
Jika A = {Ria, Rian, Reni, Revi} dan B = {pop, rock, jazz}, maka dapat dibentuk relasi (hubungan) antara anggota-anggota himpunan A dengan anggota-anggota himpunan B. Relasi yang tepat dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi “menyukai”.
Ria dipasangkan dengan pop, berarti Ria menyukai musik pop, Rian dipasangkan dengan pop, rock, dan jazz, berarti Rian menyukai tiga jenis musik, yaitu musik pop, rock, dan jazz, Reni dipasangkan dengan rock dan jazz, berarti Reni menyukai dua jenis musik, yaitu musik rock dan jazz, sedangkan Revi dipasangkan dengan jazz, berarti Revi menyukai musik jazz. Relasi terebut dapat ditunjukkan dengan jelas pada gambar dibawah ini.

1.      Menyatakan Relasi
Relasi antara dua himpunan dapat dinyatakan dengan diagram panah, diagram cartesius dan himpunan pasangan berurutan. Contoh : Empat orang anak yaitu Tias, Jamal, Farid, dan Dika memilih permainan yang mereka gemari. Ternyata:
Tias, Jamal, dan Farid memilih permainan voli.
Jamal dan Farid memilih permainan basket.
Farid dan Dika memilih permainan tenis.
Jika himpunan A = {Tias, Jamal, Farid, Dika} dan himpunan B = {voli, basket, tenis}. Terdapat relasi gemar bermain dari himpunan A ke himpunan B.
a.  Dinyatakan dengan diagram panah,
C
b.  Dinyatakan dengan diagram cartesius
F 
c.  Dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan.
{(Tias, Voli), (Jamal, Voli), (Jamal, Basket), (Farid, Voli), (Farid, Basket), (Farid, Tenis), (Dika, Tenis)}
Fungsi

Fungsi  dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang memasangkan setiap anggota himpunan A(daerah asal atau domain),  dengan tepat satu anggota himpunan B(daerah kawan atau kodomain). Himpuan nilai yang diperoleh disebut daerah hasil (range).
H
Contoh : Hardi adalah anak Pak Manan, Nanda anak Pak Udin,  Indri dan Aldi anak Pak Drajat. Jika himpunan A = {Hardi, Nanda, Indri, Aldi} dan himpunan B = {Manan, Udin, Drajat}. Terdapat relasi anak dari himpunan A ke himpunan B, fungsi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
I
1.      Menyatakan Fungsi
Menyatakan fungsi dalam diagram panah, diagram cartesius, dan pasangan berurutan. Contoh :
Misalkan A = {1, 2, 3} dan B = {-3, -2, -1, 0, 1, 2}.  Jika fungsi f : A → B ditentukan dengan f(x) = 6 – 3x. Nyatakan dalam diagram panah,   diagram cartesius, dan pasangan berurutan

Penyelesaian :
f(1) = 6 – 3 (1) = 6 – 3= 3
f(2) = 6 – 3(2) = 6 – 6 = 0
f(3) = 6 – 3(3) = 6 – 9 = -3
Diagram Panah
J

Diagram Cartesius
M

Himpunan Pasangan Berurutan
{(1, 3), (2, 0), (3, -3)}

7.2.   Produk Cartesius dan Relasi
Produk cartesius A dengan B :
Himpunan semua pasangan terurut (a, b) untuk setiap aεA, bεB
notasi : A x B
A x B = { (x, y) | x εA, yεB }
notasi : produk cartesius A x A = A2
Contoh:
relasi8
A ´ B = {(1, p), (2, p), (3, p), (1, q), (2, q), (3, q) }
B ´ A = {(p, 1), (p, 2), (p, 3), (q, 1), (q, 2), (q, 3) }
Banyaknya pasangan terurut elemen A x B = 6 pasangan    
     
7.3.   Penyajian Matriks Relasi dan Diagram Panah
Macam Penyajian Relasi Antar 2 Himpunan
1. Diagram Panah
Himpunan E sebagai domain (daerah asal) diletakkan di sebelah kiri, dan himpunan F sebagai kodomain (kodomain) diletakkan di sebelah kanannya. Relasi antara himpunan E dan F ditunjukkan dengan arah panah. Seperti gambar di bawah ini
relasi1

2. Himpunan Pasangan Berurutan
Jika x elemen E dan y elemen F, maka relasi dari E ke F dapat dinyatakan dengan pasangan berurutan (x, y). Dari diagram panah di atas dapat dituliskan himpunan pasangan berurutannya sebagai berikut: {(1, 2), (1, 4), (1, 6), (2, 4), (2, 6), (3, 4), (3, 6), (4, 6), (5, 6)}.

3. Diagram Cartesius
Pada koordinat cartesius daerah asal (domain) diletakkan pada sumbu X (sumbu mendatar) dan daerah kawan (kodomain) diletakkan pada sumbu Y (sumbu tegak). Sedangkan daerah hasilnya merupakan titik (noktah) koordinat pada diagram cartesius. Dari relasi di atas, dapat ditunjukkan diagram cartesiusnya seperti di bawah ini:
relasi2

Matriks Relasi/Tabel
Baris matrik menyatakan anggota himpunan A.
Kolom matrik menyatakan anggota himpunan B.
Elemen baris ke i kolom ke j matriks kita isi angka 1 bila ada kaitan antara anggota ke i (dari A) dengan anggota ke j (dari B)
(i, j) εR
Dalam hal lain matriks kita isi dengan 0
Penyajian Matriks Relasi
R = {(1, p), (1, q), (2, q), (3, p)}
relasi7
Diagram Panah
jika, aεA dan bεB
maka,   (a, b) εR (buat anak panah dari a ke b)
relasi4
Penyajian Diagram Panah
R = {(1, p), (1, q), (2, q), (3, p)}
 relasi5

7.4.   Relasi Invers
Relasi Invers
R = { (a, b) | aεA, bεB }
R-1 = { (b, a) | bεB, aεA}
R dalam penyajian koordinat diperoleh dengan menukar sumbu x menjadi y dan sebaliknya

Contoh:
1) R = { (1,1), (4,2), (16,4) }
maka,
R-1 = {(1,1), (2,4), (4,16) }

2) R adalah “x adalah istri dari y”
maka, inversnya adalah “ x adalah suami dari y ”
Relasi matriks dalam bentuk invers disajikan oleh matriks MT (transpose matriks M)
Contoh: Jika M adalah matriks yang merepresentasikan relasi R,
                M =relasi9
Relasi R–1, transpose terhadap matriks M,
relasi10

7.5.   Komposisi Relasi
Misalkan:  R = relasi himpunan A ke himpunan B
S = relasi dari himpunan B ke himpunan C.   
S o R = {(a, c) ½ aεA, cεC, dan untuk beberapa bεB, (a, b) εR dan (b, cS }

Misalkan: Relasi dari himpunan {1, 2, 3} ke himpunan {2, 4, 6, 8} adalah
                     R = {(1, 2), (1, 6), (2, 4), (3, 4), (3, 6), (3, 8)}
                    Relasi dari himpunan {2, 4, 6, 8} ke himpunan {s, t, u}.
                    S = {(2, u), (4, s), (4, t), (6, t), (8, u)}
Maka komposisi relasi R dan S adalah
S o R = {(1, u), (1, t), (2, s), (2, t), (3, s), (3, t), (3, u) }

Komposisi relasi R dan S
relasi6


7.6.   Sifat Relasi
Misal R sebuah relasi pada himpunan A
  1. Refleksi  (a,a) εR untuk aεA
  2. Simetris  (a,b) εR, berlaku (b,a) ε R
  3. Transitif   (a,b) εR, (b,c) εR berlaku (a,c) εR
  4. Anti Simetri  (a,b) εR, (b,a) εR berlaku a = b

7.7.   Partisi
Relasi R disebut sebagai sebuah relasi pengurutan sebagian (partial ordering), jika relasi tersebut bersifat refleksif, transitif dan antisimetris.

Contoh 1
Diketahui A = { 1, 2, 3 }. Pada A didefinisikan relasi
R3             = { (1,1) , (1,2) , (2,2) , (2,1) , (3,3) }. Relasi R3 tersebut bersifat refleksif dan transitif, tetapi tidak bersifat antisimetris. Oleh karena itu relasi tersebut bukan merupakan relasi pengurutan sebagian.

Contoh 2
maka R4      = { (2,2) , (4,4) , (5,5) , (4,2) }.Πx kelipatan y , x,y |
Diketahui B  = { 2, 4, 5 }. Pada B didefinisikan relasi R4 = { (x,y)
Relasi R4 tersebut bersifat refleksif, antisimetris dan transitif. Oleh karena itu relasi tersebut merupakan relasi pengurutan sebagian.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar