Makalah Matematika & Ilmu Alamiah Dasar

Disusun oleh :
Nama :
Rhaeditias Inggartika
Kelas :
1PA13
NPM :
15515863
Mata Kuliah :
Ilmu Alamiah Dasar
Dosen :
Tri Surawan
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS /JURUSAN PSIKOLOGI
2016
BAB 5
Perkembangan Seksual & Aseksual
3.2
Perkembangbiakan secara seksual dan aseksual
Reproduksi adalah suatu proses biologis di mana
individu organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan
diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada
sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi
secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.
1. Pengertian Perkembangbiakan Seksual dan
Aseksual
a) Perkembangbiakan Seksual
Perkembangbiakan
Seksual adalah perkembangan individu baru dengan bersatunya dua sel dalam
proses pembuahan. Perkembangbiakan seksual di bagi dua yaitu:
1. Pada
tumbuhan
Penyerbukan pada
tumbuhan berlangsung dengan bantuan:
·
Angin. Contoh: Padi
·
Serangga. Contoh: Bunga yang bermadu
·
Manusia. Contoh: Panili
2. Pada
hewan
Pembuahan pada hewan dapat terjadi dua macam
yaitu:
· Diluar tubuh (ekstern): Ovum keluar di air,
kemudian dibuahi oleh sperma. Contoh: Katak dan ikan mas.
· Di dalam tubuh (intern): Sperma untuk membuahi
ovum di dalam tubuh betina. Contoh: Kebanyakan hewan darat.
Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi
pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya
pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)
Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa Partenogenesis,
sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah
jantan dan semut jantan.
2) Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas
konjugasi dan anisogami.
o Konjugasi,
ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
o Anisogami,
yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan
mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum
di dalam rahim.
Contoh :
1. Aves
Fertilisasi
internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara bertelur
(ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya dalam
lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya didalam
pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir saja.
Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur yang akan
menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang dalam
cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur
tersebut.
2. Amfibi
Seperti
pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah
dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas
menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas
dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan
berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa
b) Perkembangbiakan Aseksual
Reproduksi
aseksual adalah proses reproduksi dimana keturunan timbul dari orangtua
tunggal, dan mewarisi gen dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang
tidak melibatkan meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi. Reproduksi
aseksual adalah bentuk reproduksi organisme bersel tunggal seperti archaea,
bakteri, dan protista. Banyak tanaman dan jamur bereproduksi secara
aseksual juga.
Sementara
semua prokariota bereproduksi secara aseksual (tanpa pembentukan dan fusi
gamet), mekanisme transfer gen lateral yang seperti konjugasi, transformasi,
dan transduksi kadang-kadang disamakan dengan reproduksi seksual. Kurang
lengkapnya reproduksi seksual relatif jarang terjadi di antara organisme
multiseluler, terutama hewan.
Reproduksi
aseksual misalnya Membelah diri, Tunas (Reproduksi), Reproduksi vegetatif,
Fragmentasi, Sporogenesis, Partenogenesis, dan Apomiksis. Perkembangbiakan
secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
· Membelah diri (pembelahan biner), yaitu
pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
· Fragmentasi,
yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni
sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
· Sporulasi
atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase
oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
· Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra
dan Porifera
· Dengan
regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat
tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang
Laut
Contoh
perkembangbiakan aseksual adalah:
a. Pembelahan kembar: Sel
yang membelah membentuk dua sel anak dengan
jumlah sitoplasma yang sama. Contoh: Bakteri,
ganggang dan amoeba.
b. Kuncupan:
Inti sel membelah menjadi dua yang sama tetapi sitoplasmanya tidak sama besar.
Bagian kecil disebut kuncup.Contoh : Sarcoscypha coccinea.
c. Pembetukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel.
Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu
baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu
kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.
· Jika Sporangium pecah, maka spora-spora yang
sangat kecil terbawa oleh angin atau ke tempat lain tanpa mengalami kerusakan.
· Jika Spora jatuh di tempat yang sesuai, maka
akan tumbuh organisme baru
d. Perkembangbiakan vegetatif:
Perkembangbiakan melalui salah satu organ tumbuh makhluk hidup kemudian diberi
fungsi untuk reproduksi. Organ tersebut dapat berupa akar, batang, daun atau
umbi.
2. Perbedaan Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual
beserta contohnya
§ Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat
melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Contohnya,
membelah diri. Sedangkan, Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua
individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Contoh Reproduksi seksual
adalah reproduksi manusia normal.
§ Dalam reproduksi aseksual, Pembelahan sel
bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun
demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Sedangkan,
reproduksi seksual biasanya satu sel. Contoh, proses fertilisasi menghasilkan
satu sel.
§ Reproduksi aseksual secara umum, organisme yang
lebih sederhana. Contoh, membelah diri. Protozoa membelah diri menjadi dua dan
seterusnya. Sedangkan reproduksi seksual,
organisme yang lebih kompleks. Karena, disertai dengan pembentukan organ-organ
yang sangat detail
§ Reproduksi
aseksual memiliki manfaat jangka pendek ketika
pertumbuhan penduduk yang cepat dalam
lingkungan yang stabil, sedangkan reproduksi seksual menawarkan keuntungan
bersih dengan generasi yang lebih cepat memungkinkan keragaman genetik,
memungkinkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar