Jumat, 08 Januari 2016

Makalah Ilmu Budaya Dasar



Makalah Ilmu Budaya Dasar

Disusun oleh :
Nama                  : RHAEDITIAS INGGARTIKA
Kelas                   : 1PA13
NPM                   : 15515863
Mata Kuliah        : Ilmu Budaya Dasar
Dosen                  : JHON HENDRI
                                                         

PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016




BAB XII DAN XIII
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

1.     Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Dalam kamus umum bahasa ‎Indonesia, WJS Poerwadarminto, gelisah artinya tidak tentram hatinya,selalu ‎merasa khawatir; tidak dapat tenang dalam hidupnya; cemas. Jadi, kegelisahan ‎adalah gejala universal, ada pada manusia dimana saja.‎
Kegelisahan timbul karena perbuatan manusia sendiri atau karena ‎keadaan dari luar lingkungan manusia sendiri, yang memberi pengaruh ‎psikologis, yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.‎
Kegelisahan hanya bisa diketahui melalui tingkah laku atau gerak-gerik ‎seseorang dalam situasi tertentu. Tingkah laku atau gerak-gerik orang yang ‎sedang gelisah umunya lain dari biasanya. Contohnya ada yang menggerakkan ‎kakinya terus menerus, berjalan mondar mandir, murung dan lain-lain.‎
Kegelisahan juga bisa dikatakan sebagai ekspresi dari kecemasan. Karena ‎itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan diartikan sebagai kecemasan, ‎kekhawatiran dan ketakutan. Masalah kecemasan berkaitan juga dengan ‎masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang yang ‎mengalami frustasi disebabkan karena keinginannya tidak tercapai.‎
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. ‎Tragedy dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal ini ‎mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan ‎egoisme, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil dan seterusnya ‎kegelisahan dalam konteks budaya dapatkah dikatakan sebagai akibat adanya ‎instik manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari kesempurnaan.‎Alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia ‎memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya berupa:‎
a.       Keterasingan
b.      Kesepian, dan
c.      Ketidakpastian
Perasaan seseorang yang sedang gelisah ialah hatinya tidak tentram, ‎merasa khawatir,cemas, takut, dsb.‎Untuk mengatasi kegeisahan ini, manusia diperintahkan untuk ‎meningkatkan iman, taqwa dan amal shaleh. Seperti Firman Allah SWT :‎
‎“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah, lagi kikir; apabila ia ‎ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, tetapi bila mendapat kebaikan ia amat ‎kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap ‎mengerjakan shalatnya dan orang-oran yang dalamhartanya tersedia bagian ‎tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang (miskin) yang tidak bisa ‎meminta, ......... (QS. Al-Ma’arij, 70: 18-27).‎
Perasaan cemas menurut Sigmund Freud ada tiga macam, yaitu:‎
‎1.      Kecemasan kenyataan (obyektif)‎  Contohnya: Anaknya yang belum pulang, orang tua yang sedang sakit
‎2.      Kecemasan neurotic (saraf)‎
‎         Kecemasan ini timbul karena pengamtan tentang bahaya dari naluriah. ‎Menurut S. Freud kecemasan ini dibagi dalam tiga macam, yaitu:‎
a.       Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. ‎Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri sehingga ‎menekan dan menguasai ego.‎
b.      Rasa takut irrasional atau phobia. Rasa takut ini sudah menular, ‎sehingga kadang-kadang tanpa alas an dan hanya karena pandangan saja. ‎Yang kemudian dilanjutkan dengan khayalan yang kuat dapat menimbulkan ‎rasa takut.‎
Contoh :‎ Orang takut ular, takut binatang berbulu, dsb.‎
c.       Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya.‎
Contoh :‎
‎-          Seorang yang tak bisa bernyanyi atau bicara didepan umum, maka ia ‎gelisah dan hilang keseimbangan.‎
‎-          Penyesuaian diri dengan lingkungan
‎3.      Kecemasan moral‎
‎            Hal ini muncul dari emosi diri sendiri seperti perasaan iri dan ‎sebagainya.‎
Contoh :‎ Datuk meringgi iri melihat kemajuan usaha bagindo sulaiman. Hatinya selalu ‎gelisah, takut usahanya akan mati, kalah bersaing. Karena itu ia selalu ‎menyuruh orang agar membakar took Bagindo sulaiman.

‎
2.     Sebab-sebab orang gelisah
Gelisah terkadang membuat seseorang tidak nyaman. Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,‎ dan cemas. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang-orang ‎menjadi gelisah. Diantaranya :‎
1.      Panik‎
Panik adalah sebuah perasaan dari ketakutan dan kecemasan. Panik ‎merupakan ketakutan dan kecemasan yang terjadi secara mendadak dari ‎sebuah peristiwa yang terjadi. Rasa panik dapat menyebabkan seseorang ‎menjadi gelisah.‎Dengan adanya rasa panik otomatis timbulnya perasaan tidak tenang dan mengakibatkan seseorang menjadi gelisah.

2.      Kesulitan ekonomi‎
Kesulitan ekonomi merupakan kesulitan yang dialami ketika seseorang ‎merasakan kondisi sulit dalam kehidupan ekonomi. Seperti hal nya tidak ‎mempunyai uang atau kelangkaan dalam suatu barang pemuas kebutuhan. ‎Dengan adanya kesulitan ekonomi, ada beberapa orang yang merasa terdesak ‎dan gelisah untuk berfikir bagaimana caranya agar bisa menyelesaikan ‎kesulitan ekonomi tersebut.‎
‎3.      Persiapan yang tidak matang‎
Segala sesuatu kegiatan yang dilakukan, harus dengan persiapan yang matang. ‎Apabila kita akan melakukan sesuatu  tetapi  belum ada persiapan yang ‎matang, maka dapat terjadi kegelisahan. Contoh nya seperti dalam ‎menghadapi ujian, tetapi  belum ada persiapan yang matang dalam menjalani ‎ujian tersebut, maka kemungkinan perasaan gelisah akan timbul.‎
Bukan merupakan sebuah kepastian bahwa akar penyebab kegelisahan selalu ‎bermula dari faktor keluarga atau metode pendidikan yang diterapkan oleh ‎kedua orang tua. Bahkan, terkadang ia muncul dari diri penderita sendiri dan ‎itu merupakan faktor sangat dominan dan berpengaruh dalam semua aspek ‎keberadaan manusia sampai akhir   hayatnya. Faktor penyebab kegelisahan ‎antara lain:‎
4.        Cinta Diri‎
Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun ‎sebagian orang telah berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, ‎sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam ‎pembahasan ini, yang dimaksud cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, ‎perhatian berlebihan terhadap diri sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala ‎hal yang berkaitan dengan itu, sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih ‎parah dari penyakit tersebut.‎
5.        Lalai dalam Mengingat Allah‎
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam ‎keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam ‎mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan ‎perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan ‎yang telah mengguncangkan  jiwanya.‎
6.        Gejolak Hati‎
7.        Rasa Takut dan Malu‎
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, ‎sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang ‎mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.‎
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan ‎perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi ‎problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini ‎menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam ‎cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi ‎bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya ‎melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik ‎mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.‎
8.        Tidak Merasa Aman‎
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab ‎terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was ‎lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan ‎semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya ‎kemampuan dalam mengendalikan diri.‎
9.        Jiwa yang Lemah‎
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia ‎sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita ‎mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang ‎dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya ‎sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan ‎berubah kedalam bentuk perasaan lemah.

‎
3.     Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Cara yang digunakan dalam mengatasi kegelisahan:‎
‎‎1)      Bersikap Tenang‎
Tenang merupakan sikap mengontrol perasaan menjadi rileks. Pada saat ‎seseorang merasa gelisah, sikap tenang dapat membantu menghilangkan atau ‎mengurangi kegelisahan dengan merileks kan perasaan serta fikiran.‎
‎2)      Intropeksi Diri
Pada saat gelisah, intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantu ‎menghilangkanperasaan gelisah. Dengan adanya intropeksi diri seseorang akan ‎mulai berfikir apa penyebab kegelisahan nya dan bagaimana cara ‎menyelesaikan permasalahan nya tanpa harus merasa gelisah.‎
‎3)      Berserah Diri Kepada Tuhan‎
Kegelisahan terkadang membuat diri seseorang lupa akan ada nya Tuhan yang selalu siap membantu. Apapun yang membuat kita gelisah, apabila kita memasrahkan diri kepada tuhan kemungkinan tuhan akan memberikan jalan ‎keluar dari kegelisahan yang kita alami.‎
‎4)      Bercerita kepada seseorang‎
Apabila sedang mengalami kegelisahan, alangkah baik nya apabila seseorang ‎dapat menceritakan permasalahan yangmembuatnya gelisah. Dengan adanya ‎bercerita kepada seseorang, permasalahan yang sedang dialami bisa ‎mendapatkankan pendapat ataupun saran. Jadi kemungkinan kegelisahan ‎tidak akan bertambah dengan adanya pendapat atau saran yang diterima.

4.     Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, asal kata dari kata dasar asing. Kata ‎asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti ‎tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi, ‎keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, ‎terpisah dari yang lain atau terpencil. Apapun makna yang kita lekatkan pada ‎istilah keterasingan, yang jelas ia merupakan bagian dari hidup manusia. ‎Sebagai bagian dari hidup manusia, sebagaimana juga kegelisahan, maka ‎keterasingan pun memiliki sifat universal. Ini berarti bahwa keterasingan tidak ‎pernah mengenal perbedaan manusia. Sebentar ataukah lama setiap orang ‎akan pernah mengalami keterasingan ini, meskipun kadar atau penyebabnya ‎berbeda-beda.‎
Contoh : Murni gadis lincah, bebas, dan pandai bergaul. Kawannya banyak ‎dan hilir mudik bergantian datang dan mengajak pergi. Pada suatu hari tersiar ‎berita ia mendapat “kecelakaan”. Sejak itu ia tidak pernah menampakkan diri ‎dan tak ada kawan yang hilir mudik datang berkunjung dan mengajak pergi. Ia ‎menyembunyikan diri di kamar, malu keluar. Ia hidup dalam keterasingan.‎
- Sebab – sebab keterasingan
Bila kita memperhatikan contoh Murni tidak mau bergaul lagi dengan kawan-‎kawannya, hidup menyendiri, karena malu atas perbuatannya yang melanggar ‎moral. Jadi, sebab-sebab hidup terasing itu bersumber pada :‎
a.       Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, antara lain mencuri, ‎bersikap angkuh atau sombong.
b.      Sikap rendah diri.‎ Sikap rendah diri menurut Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini ‎menganggap atau merasa dirinya selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang ‎laku, tidak atau kurang mampu di hadapan orang lain. Sikap ini disebut juga ‎sikap minder. Jadi, bukan orang lain yang menganggap dirinya rendah, tetapi ‎justru dirinya sendiri, tetapi juga tidak baik bagi masyarakat. Sikap rendah diri ‎disebabkan antara lain kemungkinan cacat fisik, status sosial-ekonominya, ‎rendah pendidikannya, dan karena kesalahan perbuatannya.‎
c.       Keterasingan karena cacat fisik. Cacat fisik tidak perlu membuat hidup terasing karena itu adalah kehendak ‎Tuhan. Namun, seringkali manusia memiliki jalan pikiran yang berbeda. Erasa ‎malu anak atau cucunya cacat fisik, maka disingkirkannya anak tersebut dari ‎pergaulan ramai, hidup dalam keterasingan.‎
d.      Keterasingan karena sosial-ekonomi. Ekonomi kuat atau lemah adalah anugerah Tuhan. Orang tidak boleh ‎membanggakan kekayaan dan tidak boleh pula merasa rendah diri karena ‎keadaan ekonomi yang minim. Namun dalam kenyataan lain keadaannya, ‎orang-orang yang tergolong lemah ekonominya seringkali merasa rendah diri. ‎Akibatnya orang-orang kaya sering membanggakan kekayaannya, meskipun ‎tanpa disengaja.‎
e.       Keterasingan karena rendah pendidikan. Banyak juga orang yang merasa rendah diri karena rendah pendidikannya dan ‎tidak dapat mengikuti jalan pikiran orang yang berpendidikan tinggi dan ‎banyak pengalaman.Dalam pergaulan orang-orang yang berpendidikan rendah ‎dan kurang berpengalaman biasanya menyendiri, mengasingkan diri karena ‎merasa sulit menempatkan diri.
Contoh :‎ Akil yang merasa berpendidikan rendah, tidak mau bercakap-cakap dengan ‎tamu dalam pertemuan itu. Apalagi tamu-tamu itu sebentar-sebentar ‎mempergunakan bahasa asing yang belum pernah didengarkannya. Ia merasa ‎makin takut meskipun pakiannya tidak kalah dengan mereka karena ‎pendidikan dan pengalamannya jauh lebih rendah dari mereka. Karena itu ia ‎menghindarkan diri dan menyendiri saja.‎
f.       Keterasingan karena perbuatannya. Orang terpaksa hidup dalam keterasingan karena merasa malu, dunia rasanya ‎sempit, bila melihat orang, mukanya ditutupi. Itu semua akibat dari ‎perbuatannya, yang tidak bisa diterima oleh masyarakat lingkungannya. ‎Banyak perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
Contoh :‎ Selama ini Tn. Adi terkenal sebagai orang terhormat. Semua penduduk di ‎wilayahnya mengenal siapa Tn. Adi, pegawai tinggi suatu instansi, ramah, dan ‎dermawan. Tiba-tiba tersiar berita di koran bahwa Tn. Adi tersangkut korupsi ‎milyaran. Dengan adanya berita itu, Tn. Adi tidak pernah keluar, apalagi ‎bergaul. Setiap ada undangan tidak pernah datang. Ia mengurung diri di rumah, ‎hidup dalam keterasingan.‎
g.      Takut kehilangan hak.
‎Contoh : Oyong mempunyai sifat pemarah, sebentar-bentar menantang orang ‎dan mengajaknya berkelahi. Ia menganggap lawannya pasti kalah. Ia tak kenal ‎istilah musyawarah, akibatnya semua teman-temannya perlahan-lahan ‎menjauhinya, sehingga ia terasing dari pergaulan. Jadi, bila kita renungkan, ‎orang hidup dalam keterasingan karena takut kehilangan haknya. Seperti ‎halnya Oyong yang merasa takut kehilangan hak nama baiknya. Ia merasa ‎lebih dari orang lain, sehingga bila ada orang yang melebihinya, ia segera ‎mengajaknya berkelahi.‎
h.      Kerinduan.‎Kadang-kadang keterasingan disebabkan pula oleh rasa kerinduan yang begitu ‎hebat baik terhadap keluarga, teman, suasana,atau bahkan terhadap suatu ‎tempat. Adalah satu hal yang wajar apabila seseorang  yang berada jauh dari ‎keluarga akan merasakan kerinduan yang begitu hebat terhadap keluarganya. ‎Dalam kondisi yang demikian ini tidak heran kalau kemudian yang ‎bersangkutan merasa terasing, kendatipun lingkungan sekitarnya mampu ‎memenuhi kebutuhannya.‎
- Usaha-usaha untuk mengatasi keterasingan
Keterasingan biasanya terjadi karena sikap sombong, angkuh, pemarah, kaku, ‎rendah diri, atau karena perbuatan yang melanggar norma hukum. Untuk ‎mengatasi keterasingan ini diperlukan kesadaran yang tinggi. Orang bersikap ‎demikian karena menganggap semua yang mereka lakukan adalah benar. Lain ‎halnya dengan orang yang rendah diri. Orang yang mempunyai sifat ini ‎biasanya sadar akan kekurangannya. Untuk meningkatkan harga diri, ia harus ‎banyak belajar dan bergaul. Pergaulan itu dilakukan sedikit demi sedikit dan ‎terus meningkat, sehingga akhirnya menjadi biasa.

‎
5.     Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ramai, tidak ada ‎orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-‎apa, dan sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepi atau hal sepi. Contoh :‎
1. Setelah anaknya yang telah menikah itu memiliki rumah sendiri, ibu ‎Hadi merasa kesepian.‎
2. Setelah tembakan gencar itu berhenti, jalan-jalan tampak sepi. Orang-‎orang takut keluar, bahkan suara deru mobil pun tak kedengaran.‎
3. Karena pak Parman dan ibu Parman kurang bergaul, ditambah ‎keadaan hari itu hujan lebat, maka resepsi perkawinan anaknya sepi, tamu ‎kurang sekali.‎
Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian ‎hidup manusia. Lama atau sebentar perasaan kesepian ini bergantung kepada ‎mental orang dan kasus penyebabnya.‎
- Sebab-sebab terjadinya kesepian                                         
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Salah satunya adalah ‎frustasi. Orang yang frustasi tidak mau diganggu,ia lebih senang dalam ‎keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri. ‎Contoh : Pangeran Sidharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, ‎tempat kemewahan, keramaian, dan keindahan. Karena frustasi menyaksikan ‎kontradiksi keadaan diluar istana yang penuh penderitaan, maka ia ‎meninggalkan istana dan pergi ke hutan ke tempat yang lebih sunyi untuk ‎mencari hakikat hidup.‎
Bila kita perhatikan sepintas lalu mungkin keterasingan dan kesepian hampir ‎serupa, tetapi sebenarnya tidak sama, walaupun keduanya ada hubungannya. ‎Perbedaan antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat. Kesepian ‎merupakan akibat dari keterasingan dan keterasingan sebagai akibat sombong, ‎angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi kawan-kawan sepergaulan. ‎Akibatnya, orang yang dijauhi itu hidup terasing, terpencil dari keramaian ‎hidup sehingga mereka merasa kesepian.‎Menurut Middlebrook (1980), ada 2 faktor penyebab kesepian yaitu :‎
‎1)        Faktor Psikologis, yang terdiri dari :‎
a.        Existential Loneliness : Kesepian yang disebabkan oleh kenyataan atau ‎adanya keterbatasan keberadaan manusia yang disebabkan oleh terpisahnya ‎seseorang dengan orang-orang lain, sehingga tidaklah mungkin baginya untuk ‎berbagi perasaan dan pengalamannya dengan orang lain.‎
b.      Pengalaman traumatis karena hilangnya orang-orang terdekat : Hilangnya ‎seseorang yang sangat dekat dengan individu secara tiba-tiba tanpa bisa ‎dihindari seringkali dianggap sebagai penyebab kesepian.‎
c.       Kurangnya dukungan dari orang lain atau orang-orang terdekat : Kesepian ‎yang dialami oleh mereka yang merasa tidak sesuai dengan lingkungannya. ‎Orang  yang mengalami kesepian manganggap diri mereka sebagai orang yang ‎diremehkan dan ditolak dalam lingkungannya.‎
d.      Adanya suatu masalah krisis dalam diri seseorang dan kegagalan : Bila ‎seseorang telah merasa harga dirinya terganggu, ia akan menghilangkan ‎semangatnya dan merasa kosong serta menghindarkan diri untuk mengadakan ‎hubungan dengan lingkungannya.‎
e.       Memiliki rasa kurang percaya diri : Meskipun individu dapat  melakukan ‎hubungan sosial dengan baik, namun ia merasa bahwa lingkungan disekitarnya ‎kurang melibatkannya, sehingga menyebabkan individu merasa kesepian, ia ‎hanya dapat berhubungan sosial secara formalitas saja.‎
f.       Kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan : Orang-orang yang ‎menjengkelkan, seperti : pemarah, terlalu patuh dan tidak mempunyai ‎kemampuan bersosialisasi akan dihindari dari lingkungannya, sehingga mereka ‎merasa kesepian.‎
g.      Ketakutan untuk menanggung resiko sosial : Seseorang akan merasa takut ‎jika terlalu dekat dengan orang lain, tidak mau bercerita banyak, sehingga ‎mereka yang kesepian akan melihat kedekatan sosial sebagai sesuatu yang ‎berbahaya dan penuh resiko.‎
‎2)        Faktor Sosiologis, yang terdiri dari :‎
a.       Takut dikenal orang lain : Seseorang akan merasa takut dikenal oleh orang ‎lain, sehingga hal tersebut menghilangkan kesempatannya untuk berhubungan ‎dekat dengan orang lain.‎
b.      Nilai-nilai yang berlaku pada lingkungan sosial : Nilai-nilai yang dianut ‎masyarakat seperti privacy dan kesuksesan dapat menyebabkan seseorang ‎merasa kesepian karena ia merasa terikat oleh nilai-nilai tersebut.‎
c.       Kehidupan di rumah : Rutinitas kegiatan di rumah seperti : adanya jam ‎makan, keributan di rumah dan kebiasan lainnya juga akan menyebabkan ‎seseorang merasa kesepian karena ia merasakan kejenuhan.‎
d.      Perubahan pola-pola dalam keluarga : Kehadiran orang lain dalam keluarga ‎akan menyebabkan terganggunya hubungan dengan anggota keluarga lain.‎
e.       Berpindah tempat : Seringnya pindah dari satu tempat ke tempat yang lain ‎menyebabkan seseorang tidak dapat menjalin hubungan yang akrab dengan ‎orang disekitarnya.‎
f.       Terlalu banyak jumlah orang dalam suatu organisasi : Terlalu banyak orang ‎di sekeliling individu akan menambah perasaan terisolasi. Hal ini akan ‎membuat individu sulit untuk mengenal satu sama lain.‎
Menurut Sadler (dalam Kirana, 2005) menambahkan bahwa kesepian dapat ‎disebabkan karena lima hal, yaitu :‎
  1. Interpersonal Problems : disebabkan karena ada subjek kehilangan orang ‎terdekat atau memutuskan hubungan dengan orang lain (berpisah atau ‎bercerai).‎
  2. Social Shock : masalah-masalah sosial yang seringkali membawa dampak ‎negatif, terutama pada masyarakat perkotaan (urban society) seperti ‎pengangguran.‎   
  3. Culture Shock : ketika individu pindah ke tempat baru maka perbedaan ‎budaya antara tempat asal dan tempat individu sekarang dapat menimbulkan ‎masalah-masalah lain, tidak terkecuali kesepian.‎
  4. Cosmic Problems : berkaitan dengan eksistensial manusia atas apa yang ‎sesungguhnya diinginkan dari kehidupan yang sedang dijalaninya.‎
  5. Psychological Problems : masalah-masalah psikologis merupakan sebab ‎potensial yang dapat menimbulkan kesepian, terutama bila individu yang ‎bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah terus-menerus larut dalam ‎kesedihan.‎
6.     Ketidak Pastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) ‎atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya ‎tidak jelas. Itu semua akibat pikirannya yang tidak dapat konsentrasi. ‎Ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh  berbagai sebab, yang paling utama ‎adalah kekacauan pikiran. Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian ‎hidup manusia. Setiap orang hidup pasti pernah mengalaminya. Bahkan anak ‎kecil sekalipun pernah mengalaminya, misalnya, ketika anak kecil ditinggalkan ‎ibunya, ia menangis kebingungan. Kebingungan itu menunjukan adanya ‎ketidakpastian, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.‎
- Sebab sebab ketidakpastian‎
Menurut Siti Meichati dalam bukunya Kesehatan Mental menerangkan ‎beberapa penyebab seseorang tak dapat berpikir dengan pasti. Sebab-sebab itu ‎ialah :‎
1.      Obsesi‎
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan ‎tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, ‎atau penyebab lain yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu ‎berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia. Contoh : Seorang pedagang ‎yang maju pesat, pada suatu saat berpikir olehnya ada kswan yang ingin ‎menjatuhkannya. Pikirannya itu semakin menjadi-jadi, apalagi setelah ia ‎mengalami kerugian.‎
2.      Phobie‎
Phobie adalah rasa ketakutan yang tak terkendalikan atau tidak normal ‎terhadap sesuatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya. Contoh : ‎Orang yang takut terhadap tempat yang tinggi. Secara tidak sengaja, ia terus ‎menelusuri jalan mendaki. Sesampainya di puncak ketinggian, ia ketakutan ‎luar biasa.‎
3.      Kompulasi‎
Kompulasi ialah adanya keraguan yang sangat mengenai apa yang telah ‎dikerjakannya, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu ‎melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali. Contoh : ‎Keinginannya mengambil barang orang (mencuri), padahal barang itu tidak ‎bermanfaat baginya, dan ia mampu andaikata ingin membelinya.‎
4.      Histeria‎
Histeria ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental kekecewaan, ‎pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai ‎diri, atau sugesti dari sikap orang lain. Contoh : Neneng, seorang gadis yang ‎cukup manis, suatu hari melihat pacarnya berjalan-jalan dengan seorang gadis ‎yang belum pernah dikenalnya. Rasa cemburu berkecamuk di hatinya dan ‎setibanya di rumah dia beteriak histeris.
5.      Delusi‎
Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. ‎Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai ‎dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :‎
-           Delusi persekusi : menganggap adanya keadaan yang jelek di sekitarnya. ‎Akibatnya, banyak orang menjauhinya.‎
-          Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang ‎seperti ini biasanya gila hormat dan menganggap orang di sekitarnya tidak ‎penting. Akibatnya, semua orang menjauhinya. Jadi, hampir sama dengan ‎delusi persekusi.‎     
-          Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina dan berdosa. Hal ini ‎dapat mengakibatkan buyutan atau dikenal dengan nama delirium tremens., ‎hilangnya kesadaran dan menyebabbkan otot-otot tak terkuasai lagi. Ia ‎kehilangan ingatannya sama sekali, mengalami tensi tinggi dan mengingat ‎sesuatu yang belum pernah dialami..‎
6.      Halusinasi‎
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Seperti para prewangan ‎‎(medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri, ‎orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami ‎oleh orang yang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena ‎halusinasi, orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-‎dorongan itu menemukan sasarannya. Ini tampak pada perbuatan-perbuatan ‎penderita (penderita itu dapat menyadari perbuatannya itu, tetapi tidak dapat ‎menahan rangsangan khayalan sendiri). Contoh : Atang memang seorang ‎peminum. Bila sedang marah, ia makin banyak minumnya sehingga mabuk ‎dan mengoceh (berbicara) tidak menentu.‎
7.      Keadaan emosi‎
Dalam keadaan tertentu, seseorang sangat dipengaruhi oleh emosinya. Jika ‎emosi telah menguasai keseluruhan pribadinya, ia akan mengalami gangguan ‎nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah ‎tinggi/lemah. Sikapnya bisa apatis atau bisa juga terlalu gembira dengan ‎melampiaskan dalam gerakan-gerakan lari-larian, menyanyi, tertawa atau ‎berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, ‎tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam ‎seribu bahasa, atau termenung menyendiri. Orang seperti ini tidak mungkin ‎dapat berpikir dengan tenang dan baik.‎
Untuk mengatasi atau menghilangkan pikiran yang kacau itu perlu mencari ‎penyebabnya. Andaikata telah diketahui penyebabnya, namun kekacauan ‎pikiran tersebut tidak hilang, penderita perlu diajak ke psikolog.

‎
7.     Usaha-usaha mengatasi ketidak pastian
1.      Konsultasi‎
Untuk dapat menghilangkan atau menyembuhkan ketidakpastian tersebut ‎tergantung kepada mental penderita bagaimana cara seorang penderita tersebut ‎dapat  mengatasi ketidakpastian nya. Bisa dengan cara konsultasi kepada ‎teman atau kepada seorang psikolog untuk memberikan arahan dan saran ‎untuk menyelesaikan ketidakpastian nya.
2.      Berfikir logis‎
Dengan adanya ketidakpastian, dibutuhkan cara berpikir yang logis untuk ‎menentukan putusan dari ketidakpastian. Berpikir yang logis dapat ‎memudahkan dalam menemukan keputusan ketidakpastian

BAB XIV DAN XV
MANUSIA DAN HARAPAN
1.     Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; ‎sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan ‎demikian harapan menyangkut masa depan seseorang.‎
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti ‎manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun ‎mempunyai harapan, biasanya berupa pesan pesan kepada ahli warisnya. ‎Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang ‎mempunyai harapan, Misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang ‎akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ‎ujian dengan santai. Bagaimana rafiq memperoleh nial A. Luluspun mungkin ‎tidak.‎
Harapun harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, ‎maupun kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, agar harapan terwujud, ‎maka perlu usaha dengan sungguh sungguh

2.     Apa sebab manusia mempunyai harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke ‎dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu ‎keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang ‎luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat ‎hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada ‎dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni ‎dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.‎
Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah ‎terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. ‎Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai ‎keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu ‎semua.‎
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai ‎bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis ‎besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.‎Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau ‎kebutuhan manuis itu ialah :‎
a)                Kelangsungan hidup (survival)‎
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, pangan, dan ‎papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi ‎lahir. Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis, ia telah mengharapkan diberi ‎makan/minum. Kebutuhan makan dan minum ini terus berkembang sesuai ‎dengan perkembangan hidup manusia.‎
b)               Keamanan (safety)
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir, ia telah ‎membutuhkan keamanan. Begitu lahir dengan suara tangis, itu pertanda minta ‎perlindungan, setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah ‎di peluk ibunya setelah bertambah besar ia dilindungi. Rasa aman tidak harus ‎diwujudkan dengan perlindungan yang Nampak secaara moral pun orang lain ‎dapat memberi rasa aman.‎
c)                Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)‎
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban Dengan pertumbuhan manusia ‎maka akan tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak ‎jarang anak anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibunya “Ibu ini kok ‎menganggap reny masih kecil saja, semua di atur!” itu suatu pertanda bahwa ‎anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya
d)               Diakui linkungan (status)‎
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia ‎hidup, dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbuny “aku ini anak siapa, ‎mengapa aku ini dilahirkan”. Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil ‎kesimpulan. Bahwa setiap manusia yang lahir di bumi imi tentu akan bertanya ‎tentang statusnya, status keberadaannya, status keluarga, status dalam ‎masyarakat, dan status dalam Negara.
e)                Perwujudan cita – cita (self actualization)‎
Selanjutnya manusia berharap di akui keberadaanya sesuai dengan ‎keahliannya atau kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia ‎mengembangkan bakat atau kepandaiaannya agar ia diterima atau diakui ‎kehebatannya.‎

3.     Pengertian Doa
Berdo’a adalah salah satu pedang bagi umat muslim, maka dari itu kita ‎sebagai umat islam harus sering-seringlah berdo’a kepada Allah swt. karena ‎Allah swt sangat senang sekali kepada hamba yang selalu berdo’a kepada-Nya. ‎Bahkan kita di katakan sombong kalau tidak pernah berdo’a kepada-Nya. ‎Maka dari itu kali ini saya akan mencoba menerangkan tentang Pengertian ‎Do’a.  Pertama-tama saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian Do’a ‎menurut Bahasa dan juga menurut Syari’at.‎
Menurut Bahasa Do’a adalah meminta pertolongan kepada yang lebih tinggi ‎‎(bisa diharpiahkan usia) dari kita, seperti contoh apabila kita meminta ‎pertolongan kepada kakak kita untuk mengambilkan sesuatu barang itu di ‎sebut sebagai do’a menurut bahasa. Berbeda dengan kita meminta pertolongan ‎kepada yang lebih rendah (bisa di harpiahkan usia) dari kita maka itu di sebut ‎Perintah. Seperti contoh kita menyuruh adik kita membawakan sesuatu barang ‎itu di sebut Perintah bukan Do’a menurut bahasa.‎
Sedangkan Menurut Syari’at Do’a adalah memohon dan meminta pertolongan ‎kepada Allah swt akan apa-apa yang kita inginkan serta Memohon sesuatu ‎yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang ‎memadharatkan.‎
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan ‎menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan ‎memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan. Adapun lafadz do'a yang ada dalam al Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:‎
1. Ibadah, seperti firman Allah: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa ‎yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain ‎Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang ‎yang zhalim. (Yunus: 106).‎
2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada firman Allah: Maka tetaplah ‎demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman ‎yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al Anbiya: 15).‎
3. Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka kamu tidak akan sanggup ‎menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan ‎orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ‎ke belakang. (ar- Rum: 52)‎
4. Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan jika kamu (tetap) dalam ‎keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami ‎‎(Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah ‎penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al ‎Baqarah: 23).‎
5. Permohonan. Seperti firman Allah: Dan orang-orang yang berada dalam ‎neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: "Mohonkanlah kepada ‎Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." (al Mukmin: ‎‎49).‎
- Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al Qur'an ‎dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) ‎dan do'a ibadah." 2‎ . Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:‎
Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan ‎dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini ‎dibagi menjadi tiga:‎
a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid ‎dan berpahala. -red. vbaitullah)‎
b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu ‎memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, ‎pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan ‎dosa besar.‎
c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa ‎dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup ‎untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.‎
Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan ‎kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua ‎bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya ‎adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.‎

4.     Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan ‎kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan ‎atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar ‎kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik ‎seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan ‎diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang ‎lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki ‎bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat ‎dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas ‎kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang ‎memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.‎ Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati ‎kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-‎masing.‎

5.     Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :‎
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya ‎pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa ‎Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, ‎dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.‎
• Kepercayaan kepada orang lain‎
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang ‎tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu ‎percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau ‎terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ‎ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun ‎janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.‎
• Kepercayaan kepada pemerintah‎
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya ‎Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung ‎memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah ‎pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua ‎mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung ‎dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula ‎‎(kerajaan)‎
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, ‎‎(kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma ‎pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang ‎‎(individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. ‎Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada ‎negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang ‎mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia ‎hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)‎
• Kepercayaan kepada Tuhan‎
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena ‎keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh ‎Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. ‎Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat ‎menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat ‎menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada ‎Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya ‎kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat ‎pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab ‎Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan ‎adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya ‎merupakan konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada ‎zat tersebut.‎
Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan. Usaha itu antara lain:‎
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.‎
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.‎
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka ‎menolong, dermawan, dan sebagainya.‎
• Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.‎
• Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.‎



DAFTAR PUSTAKA
http://manusiadankegelisahan77.blogspot.co.id/‎
http://ilmubudayadasar-wanda.blogspot.co.id/2011/12/manusia-dan-‎kegelisahan.html
http://diankusumawatit7.blogspot.co.id/2015/05/manusia-dan-‎kegelisahan.html
https://sugiartiika.wordpress.com/2013/11/25/67/‎
https://ariefimam2.wordpress.com/tugas-ilmu-sosial-dasar/bab-11-manusia-‎dan-harapan/‎
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-‎harapan.html
http://rioindra48.blogspot.co.id/2014/03/tugas-ilmu-budaya-dasar-manusia-‎dan.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar